Berita Internasional – Cara ISIS Rekrut Pejuang Wanita Dengan Memamerkan Foto Militan Ganteng

 

Dari kelompok militant ISIS yang dimana saat ini sudah di yakini menggunakan faktor ketertarikan seksual, dengan ada foto-foto pria yang terlihat cakep dan tampan. Lebihnya berpenampilan menarik, agar dari gadis-gadis muda yang berasal dari Malaysia mau bisa bergabung bersama dengan mereka.

Seperti yang sudah dikabarkan dalam laman The Star, untuk hari ini Jumat (27/2/15) disebutkan kalau dari para pencari rekrutan baru ISIS telah memanfaatkan adanya beberapa foto-foto (pria tampan), yang sudah mereka sebar berada di berbagai media sosial seperti twitter dan facebook.

Dari salah satu akun Facebook yang mempunyai nama Abu Chechnya, telah mengunggah adanya foto-foto dari para militan Chechen berada di Suriah, bersama dengan tulisan yang menggunakan bahasa melayu seperti, “apa kalian berkenan kat dalam foto itu? Ada abam-abam handsome2, hehehee,”.

Dari psikolog yang berasal dari Malaysia bernama Alvin Ng, menyebutkan pada umumnya para remaja cenderung mudah sangat terpengaruhi kepada apapun yang mereka inginkan, yang mudah terpengaruh.

“Yang lebih mudah adalah dari mereka yang berasal dari keluarga broken home,” ujarnya menjelaskan.

Dari para remaja tersebut yang sudah terbujuk adanya iming-iming, merasakan adanya suatu sensasi untuk bisa berpetualang seiring dengan kemauan mereka untuk bisa keluar dari situasi yang ada, ke tempat yang mereka anggap lebih baik.

Mereka yang telah bertugas untuk bisa merekrut, akan menyebutkan kepada para gadis-gadis muda kalau mereka ada orang – orang terpilih, bersama dengan beberapa rayuan yang membuat mereka merasa menjadi orang yang sangat spesial.

Alvin yang menyebutkan kalau dari hal tersebut terjadi kepada orang muda dan juga dewasa, bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, dimana sangat mungkin kalau para militan dari seluruh dunia.

Adapun kunci yang ada adalah berasal dari orang tuanya, yang harus bisa membantu anak-anak mengerti adanya konsekuensi dari tindakan dari mereka.

“Mereka yang harus bisa membuat anak-anaknya merasa bernilai dan bisa di hargai, agar tidak lagi mudah masuk dalam lingkar gelap,”tegasnya.

Be Sociable, Share!