Berita Internasional – Delapan Orang Tewas di Yaman Dalam Satu Hari

Sudah dapat di ketahui kalau banyaknya orang yang sudah tewas pada saat di serangnya Yaman dari pesawat tanpa awak dari Amerika Serikat untuk hari Kamis kemarin (8/8/2013). Sebanyak delapan orang yang sudah tewas karena adanya serangan tidak di ketahui oleh pihak dari pemerintahan Yaman. Dan delapan orang tersebut sudah di duga menjadi anggota dari jaringan Al Qaeda.

Dengan jumlah yang sudah di ketahui dari beberapa laporan yang ada,sudah sebanyak 25 orang yang sudah meninggal karena pesawat tanpa awak dari AS di hitung dari tanggal 28 Juli 2013 kemarin.

Serangan yang sudah muncul dari udara Yaman tersebut ada setelah negara tersebut mengumumkan kalau mereka sudah berhasil untuk menggagalkan serangan Al Qaeda untuk bisa kuasai dua terminal utama dari ekonomi minyak dan gas yang berasal dari ibu kota negara tersebut.

Adapun seperti peringatan-pertaingan yang sebutkan akan ada serangan yang sudah memberikan indikasi kepada Washingn untuk menutup dari misi-misinya yang berada di beberapa negara Timur Tengah, dan akhirnya AS dan juga Inggris pilih untuk evakuasi staffnya yang berada dari Yaman.

Dari beberapa saksi yang berada di wilayah Maareb yang menjadi suatu kawasan yang sebagian pada gurun yang terbetang sangat besar yang berada di wilayah tenggara dari di mana adanya militan tersebut berpangkalan yang sudah sebutkan kalau ada pesawat tanpa awak yang sudah menembaki dua kendaraan yang sudah membawa para militan dari Al Qaeda di saat datangnya fajar, dalam saat itu sudah tewaskan sebanyak enam orang. Dan untuk dua orang yang lainnya yang sudah di temukan tewas berada di wilayah Haframout.

Suatu kabar ini yang sudah memberikan indikasi kalau akan menjadi suatu suasana yang sangat menegang dari banyak kubu yang terkait akan masalah ini. Namun hal ini kan memberikan suatu tekanan kepada Al-Qaeda agar mundur dari negara Yaman. Ini sudah suatu peristiwa yang sangat miris terjadi di subuh  yang sudah menewaskan sebanyak 8 orang.

About The Author

Reply