Berita Internasional – Dua Wanita Di Duga Penyihir di Hakimi Massa Sampai Tewas di India

Di karenakan telah di tuduh oleh banyak orang yang katakan mempunyai suatu ilmu sihir, yaitu seorang wanita dan juga menantunya yang sudah tewas di keroyok oleh banyak massa di India. Hal tersebut di moduskan karena keduanya di tuduh telah membuat suatu penyakit yang sudah membuat tewasnya anak-anak suatu desa tersebut.

Seperti anggapan dari kepolisian yang berada di wilayah Jharkhand,massa yang memang sebagian besar merupakan dari banyaknya ibu-ibu tersebut telah langsung menyerang dan memberikan suatu pukulan kepada kedua korban sampai hembuskan nafas terakhirnya. Hal tersebut telah di lakukanya setelah banyak warga yang juga telah menduga bahwa keduanya harus bisa untuk bertanggung jawab akan kematian dari anak yang totalnya berjumlah 7 orang tersebut.

“Dari seorang wanita yang di rasa berusia 79 tahun tersebut dan juga sang menantunya yang berusia 42 tahun yang telah tewas di bunuh dari banyak orang yang berkelamin wanita dari desa tersebut, yang telah menuduh kalau memang keduanya memiliki ilmu hitam atau sihir,” ujar dari sang kepala pihak keamanan setempat yang sudah di lansir kepada media di hari ini.

“Kami saat ini sudah menangkap 19 wanita yang berasal dari desa Karonda Jor atas suatu keterlibatan tersebut yang sudah membunuh tanpa ada suatu putusan tersebut,” tegas dari pihak dari kepolisian setempat kepada wartawan.

Suatu insiden tersebut ini telah menyoroti kalau memang banyak yang menganggap suatu kepercayaan ilmu sihir tersebut di wilayah India saat ini. Yang sangat tragis, hal tersebut menjadi suatu hal yang tidak ada putusan hukum, yang juga tidak bisa di ketahui dan selidiki lebih lanjut lagi.

Sudah dapat di ketahui kalau suatu insiden tersebut sudah pernah terjadi di beberapa tahun yang lalu. Masalahnya juga sama, melakukan menghakim sendiri sampai tewas. Dengan suatu motif yang sama yang  percaya akan adanya ilmu sihir. Memang ini menjadi suatu hal yang memang harus di sikapi lebih lanjut lagi biar tidak terjadi seperti ini lagi.

 

 

About The Author

Reply