Berita Internasional – Gencatan Senjata Gagal, Setelah Ada Isu Penculikan Militer Israel

 

Berasal dari angkatan bersenjata Israel, di kabarkan untuk hari Jumat (1/8/14), memberikan penyebutan kalau gencatan senjata yang sudah di sepakati dalam 72 jam dengan Hamas kini sudah di batalkan karena pihak Israel yang memberikan penudingan terkait Hamas yang menculik salah seorang prajuritnya di tengah jeda baku tembak yang ada.

“Memang kami akan bisa melajutkan aktivitas kami berada di lapangan. Indikasi awal kami, seorang prajurit yang sudah di culik berada di sebuah insiden di mana dari insiden di mana dari teroris merusak akan adanya gencatan senjata,” ujar dari salah satu juru bicara Angkatan Darat Israel, yang bernama Peter Lerner menanggapi pertanyaan wartawan.

Lemer memberikan penjelasan lebih lanjut lagi, prajurit tersebut yang sudah hilang berada di dalam baku tembak dengan militant Gaza yang dengan tiba-tiba telah muncul berada di dalam terowongan. Salah satunya dari anggota militant tersebut melakukan bom bunuh diri dengan cara meletakkan bom yang di ikatkan berada di pinggannya.

Lemer menambahkan, baku tembak tersebut yang sudah terjadi berada di Rafah yang berbatasan langsung dengan Mesir. Berada di wilayah tersebut, dari laporan jurnalis AFP memberikan laporan terjadinya baku tembak dan militer Israel meminta kepada warga untuk tinggal berada di dalam rumah pada saat mereka mengejar beberapa elemen-elemen teroris.

Sejauh ini Hamas yang masih belum mengeluarkan pernyataan dengan adanya suatu tuduhan penculikan yang telah di layangkan oleh militer Israel. Akan tetapi Hamas yang menyebutkan terkait dengan adanya tudugan penculikan tersebut hanya menjadi pembenaran agar Israel bisa membatalkan tercapainya gencatan senjata yang ada.

“Tuduhan tersebut hanyalah pembenaran agar dari Israel yang bisa membatalkan gencatan senjata dan menutupi akan pembantaian yang ada di Rafah,” ujar dari juru bicara Hamas, Fawzi Barhum.

Be Sociable, Share!