Berita Internasional – Inggris Gunakan Mayat Untuk Testing Tembakan Militer

 

Berada adanya potongan tubuh manusia seperti telapak kaki, kaki dan bagian yang lainnya sudah di impor dari inggris berasal dari perusahaan pemasok yang berasal dari Amerika Serikat, untuk bisa di hancurkan dalam uji coba senjata.

Tindakan yang sangat kontroversial itu sudah berjalan dalam empat tahun akhir ini, dan kini sudah di lakukan berada di laboratorium yang sudah di resmikan oleh Pangeran Harry yang ada di tahun 2013 tahun lalu. Hal ini sudah di lansir dari media Daily Mail, hari ini Minggu (2/11/14).

Berasal dari Imperial College di London dan Pusat Studi Luka Ledakan Royal British Legion (CBIS) yang sudah mengakui adanya pengiriman potongan tubuh manusia secara regular kepada mereka, akan tetap bisa merahasiakan bagaimana penggunaannya.

Dari mereka juga menjawab dari bebrapa banyak dan bagian tubuh yang sudah sering di gunakan, siapa yang sudah memasok dan harganya, serta siapa yang sudah menjadi donornya atau keluarga donor menyetujudi penggunaan bagian tubuh tersebut dalam percobaan uji coba militer yang ada.

Royal British Legion (RBL) yang sudah di ketahui adalah organisasi veteran Inggris yang sudah di bentuk semenjak berakhirnya Perang Dunia I. Dari pengaran Harry yang sudah meresmikan CBIS pada tahun 2013, setelah dari RBL mendonasikan dana lima juta poundsterling, atau sekitaran Rp97 miliar.

Di tambah juga tiga juta pound berasal dari  Imperial College yang sudah di lakukan dari 30 pakar bioteknolgi sipil dan militer. Uji coba yang sudah di lakukan CBIS ini di sebutkan dengan pengembangan militer.

Dari potongan tubuh yang sudah di gunakan untuk bisa mengerti dampak senjata, seperti peledak rakitan yang bisa membunuh dan melukai banyak serdadu Inggris yang berada di Afganistan. Berada di Inggris, penggunaan organ tubuh manusia untuk penelitian di atur dari Otoriter Jaringan Manusia.

Dari undang-undang yang sudah mengatur mayat yang berasal dari Inggris harus bisa di sertai kesadaran penuh donor atau keluarga donor, bahwa dari oragan tubuh mereka bisa di donasikan  dalam suatu penelitian. Akan tetapi UU tersebut tidak berlaku jika organ tersebut berasal dari impor.

No related content found.

Be Sociable, Share!