Berita Internasional – Oscar Ortega, Pengancam Barack Obama Akhirnya Ditahan

Salah seorang  pria yang  bernama Oscar Ortega-Hernandez, di ketahui kalau dirinya berasal dari Idaho, Amerika Serikat  yang sudah mendapatkan vonis penjara selama 25 tahun setelah dirinya terbukti akan membunuh presiden Barack Obama di tahun 2011 yang lalu. Dari adanya vonis tersebut yang sudah di bacakan dari hakim pada saat berada di  Pengadilan Federal di Washington pada Senin, 31 Maret 2014.

Seperti yang di kabarkan dalam media terkenal,CNN, di hari kemarin Selasa (1/4/14), Oscar Ortega yang di ketahui berusia 23 tahun tersebut sebelumnya sudah di dakwa dengan 17 dakwaan adanya tindak criminal. Seperti harian Washington Post memberikan berita baru, Oscar Ortega  yang sudah memberikan pengakuan dalam sidangnya  yang sudah di gelar pada bulan September 2013 yang lalu.

Oscar Ortega sendiri akui dirinya bersalah telah menggunakan senjata api dans ebabkan membuat ancaman dari  nyawa seseorang dalam bahaya. Sang pengacaranya yang  bernama, Robert Feitel sebutkan kalau Ortega sendiri merasa sangat  menyesal dari perbuatan yang sudah dia lakukan tersebut.

“Seperti yang sudah ada pada dirinya sedang mengalami depresi dan stress. Setelah itu pikirannya memang tidak selalu jernih,” ujar dari sang pengacara tersebut.

Akan tetapi pada saat itu Faitel  yang  sudah memberikan penolakan untuk memberikan jawaban akan Ortega yang mendapatkan suatu perawatan medis kejiawaan yang ada disebuah RS.

Kejadian penembakan tersebut  yang sudah di lakukan pada  tanggal 11 November 2011  yang lalu. Ortega sendiri  yang sudah menembakan beberapa timah panas dari jendela mobilnya yang langsung di arahkan ke lantai dua di mana itu tempat dari presiden Barack Obama.

Pada waktu dari dirinya menembakkan pistolnya tersebut ada keluarga  Obama yang sudah berada di GEdung Putih. Akan tetapi lesakan peluru yang sudah di tembakan menggunakan senjata semi otomatis tersebut berjenis senjata api rifle. Dari bentuknya senapan tersebut yang sudah di buat dari Rumania tidak memberikan korban kepada siapapun.

About The Author

Reply