Berita Internasional – Pilot F-16 Wanita Ini Sangat Ditakuti ISIS

Memang tidak banyak yang menyangka, adanya salah satu pilot pesawat jet tempur yang sudah membombardir berada di markas  kelompok Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) yang sudah di ketahui adalah seorang perempuan.

Akan tetapi, Uni Emirat Arab sendiri memberikan pengakuan telah menugaskan kepada seorang wanita yang bernama Mariam Al Mansouri, untuk bisa mengendarai pesawat jet tempur canggih seperti F-16.

Seperti yang di kabarkan berada di media NBC News, Kamis di bulan lalu, (25/9/14) memberikan suatu pengakuan kalau informasi tersebut di sebutkan oleh Duta Besar UAE berperang kapan pun dan dirinya juga memimpin dari sebuah misi yang ada.

“Dirinya memang menjadi salah satu pilot yang mempunyai kualidikasi hebat, memang sangat terlatih, dari pilot tempur yang memang sudah siap kapanpun dan dia mempunyai memimpin sebuah misi yang ada,”ujar dari.

Dirinya yang sudah menyebutkan, bukan sesuatu yang baru jika memang dari public merasa sangat terkejut mengerti akan hal tersebut.

“Bahkan di saat dari seorang pilot pengisi bahan bakar di As memanggil untuk bisa mengisikan bahan bakar dan menanyai kepada pilot dari pesawat yang berasal dari UAE, mereka juga sempat untuk terdiam sejenak pada saat mengerti ucapan dari seorang pilot tersebut adalah wanita,” tegas dari Al Otaiba lagi.

UEA telah menganggap keberadaan dari ISIS memang sangat berbahaya sekali jika di biarkan akan bisa menjadi lebih meluas lagi.

“Apakah anda bisa ingin sebuah model, atau masyarakat yang izinkan wanita untuk bisa menjadi pejabat berada di pemerintahan, untuk menjadi pengusaha, pengendara pesawat atau pilot dan juga seniman. Jika anda inginkan sebuah masyarakat di mana wanita tidak bisa di perbolehkan muncul di depan public,” ujar dari Al Otaiba.

Mansouri yang sudah lahir berada di Abu Dhabi dan merupakan lulusan sarjana Sastra Inggris. Kepada media Deraa al Watan untuk awal tahun ini, rasa cinta kepada negara dan gairahnya dengan tantangan menjadi dirinya sangat cocok di dunia militer.

About The Author