Berita Internasional – Raja Abdullah Akan Balas Dendam Lebih Kejam Lagi Ke ISIS

Seperti dari Raja Jordania yang bernama Abdullah telah memberikan janji untuk bisa mengambil suatu tindakan yang sangat tegas dan keras terhadap militan ISIS setelah adanya permbunuhan tidak lazim kepada seorang pilot dari Jordania, di mana cara pembunuhan tersebut memang sangat mengerikan sekali. Sang pilot yang sudah ditawan karena pesawatnya jatuh dalam suatu misi penyerangan kepada militan ISIS yang ada di Suriah.

Dari pembunuhan pilot yang bernama Muath al-Kaseasbeh telah memberikan suatu macam picuan kecaman dunia dan sebabkan pihak berwenang dari Jordania langsung mengeksekusi dua tawanan dari Irak, pengebom bunuh diri yang gagal bernama Sajida al-Rishawi, dan juga dari Ziad al-Karbouly, yang menjadi mata mata Al Qaeda.

Raja Abdullah sendiri memberikan suatu tekanan kepada Jordania, dirinya tidak akan menyerah begitu saja berada di dalam serangan melawan ISIS.

“Kita yang sudah melakukan perang ini untuk bisa melindungi agama, nilai-nilai dan mempunyai beberapa prinsip-prinsip akan kemanusiaan kita. Perang kita harus melawan mereka dengan mereka tidak akan mengenal menyerah dan lelah. Kami akan menghantam mereka di wilayahnya,” ujar dari Raja Abdullah yang disebutkan kepada wartawan setempat.

Berasal dari kelompok ISIS yang sudah memberikan tuntutan Al-Rishawi menjadi bagian dari suatu rencana pertukaran tawanan, akan tetapi Jordania memberikan penolakan untuk bisa memenuhinya tanpa adanya bukti sang pilot yang sudah di bunuh dengan cara keji tersebut.

Ada sebuah video yang sudah di pasang di hari selasa memberikan petunjuk kalau sang pilot itu telah terkunci berada dalam kerangkeng. Setelah itu seorang militan telah menyalakan api yang telah merambat ke kerangkeng itu dan langsung membakarnya hidup-hidup. Dari itulah yang menyebabkan sang raja itu sangat emosi tinggi.

Brian P Hale, dari sang direktur Hubungan Masyarakat Kantor Direktur Intelejen Nasional Amerika Serikat, menyebutkan masyarakat intelejen Amerika telah tidak meragukan keaslian adanya video tersebut.

About The Author