Berita International – Chavez Wafat, Warga Miskin Venezuela Khawatir

 

Amerika Serikat membantah klaim Venezuela yang mengungkapkan bahwa AS terlibat dengan penyakit kanker yang diderita oleh Hugo Chavez. AS pun membalas tuduhan tersebut dengan sebutan “konyol”.

“Jelas saja klaim dari Pemerintah Venezuela itu tidak benar. Mereka bilang kalau AS terlibat dalam konspirasi untuk tujuan mendestasbilisasikan Pemerintahan Venezuela,” tukas Patrick Ventrell selaku jubir Kemenlu AS.

“Dugaan mengenai keterlibatan AS yang mana berdampak jatuh saktinya Presiden Chavez, jelaslah tuduhan konyol. Tentu saja itu tidak benar. Kami jelas membantah tuduhan itu.”

Ventrell juga melanjutkan bahwa klaim-klaim yang bersifat menuduh itu malah akan memicu ketegangan dua pihak yaitu AS dan Venezuela. Pada kasus ini, Ventrell menganggap bahwa pihak Venezuela sendiri memang tidak berkeinginan untuk menjalin hubungan yang baik dengan AS.

Sementara klaim itu sendiri dikemukakan oleh Nicolas Maduro selaku Wapres Venezuela sebelum Chavez tutup usia. Maduro mengaku yakin bahwa Negeri Paman Sam itu telah melakukan penyerangan terhadap Chavez yang menyebabkan Chavez sakit hingga meninggal dunia. Maduro juga membandingkan kematian yang dialami oleh Chavez dengan Yasser Arafat.

“Kami yakin bahwa komandan Chavez diserang dengan penyakit itu. Musuh-musuh kami memang selalu memiliki cara untuk mengganggu kesehatan beliau. Itu adalah perbuatan keji.”

Selain itu, Atase Militer dari Kedubes AS yang berada di Venezuela, Kolonel David Delmonaco dengan dua diplomat AS harus diusir dari Venezuela. Itulah yang sangat disayangkan mengenai sikap yang ditunjukkan oleh Venezuela.

Sementara Venezuela sendiri memang hening dan berduka ketika Presiden Hugo Chavez dipastikan wafat. Tokoh yang dikenal sebagai anti Amerika Serikat itu dinilai sebagai sosok pahlawan bagi warga miskin di Venezuela.

Sekarang, usai Chavez meninggal dunia, warga miskin di Venezuela mengaku khawatir. Mereka sangat kehilangan sosok Chavez. Bahkan, sebagian dari mereka mempertanyakan siapakah yang nantinya akan menggantikan Chavez dan mengurus warga miskin?

Ratusan orang kabarnya masih berkumpul di rumah sakit militer yang terdapat di Bolivar Plaza di mana Chavez resmi dinyatakan meninggal dunia pada hari Selasa, 5 Maret tepatnya pukul 4.25 sore. Mereka terus mendengungkan nama Chavez, namun di saat yang bersamaan mereka khawatir dengan nasib mereka nantinya.

“Kami merasa khawatir dan bingung siapa yang nantinya akan merawat kami. Chavez sudah seperti penolong untuk kami,” tukas salah seorang pendukung Chavez.

Presiden Venezuela yang menjabat selama 14 tahun itu resmi tutup usia setelah melawan penyakit kanker ganas selama dua tahun lamanya. akan tetapi, pihak dari Pemerintah Venezuela sendiri tidak pernah menjelaskan secara detail mengenai kanker yang dialami oleh Chavez.

 

Berita International

Be Sociable, Share!