Berita International – Data Rahasia Bush Dibobol Peretas

Seorang peretas handal berhasil membuka akun email dari eks Presiden Amerika Serikat (AS) George Bush. Beberapa data dan foto-foto Bush dan keluarganya hilang seketika.

Beberapa data yang berhasil dibobol peretas merupakan data berupa alamat dan data-data pribadi dari keluarga Bush. Juru bicara Bush mengatakan bahwa mereka masih menggelar penyelidikan atas kasus peretasan itu.

Dilansir The Smoking Guns, beberapa surat dalam akun email Bush yang berhasil diretas berisikan percakapan-percakapan mengenai kondisi kesehatan Bush yang dinilai memperihatinkan. Bush juga menulis beberapa surat yang ditujukan ke Presiden Barack Obama.
Dilaporkan pula, mereka sudah berhasil mengadakan kontak dengan peretas yang menggunakan nama samaran Guccifier” Peretas itu juga mencuri beberapa “surat menarik” seputar isu perawatan Bush.

Bush adalah salah satu mantan Presiden AS tertua yang masih hidup, selain Jimmy Carter. Pada Desember lalu, Bush dirawat di rumah sakit Houston, Texas, karena bronkitis. Pria berusia 88 tahun dimasukkan ke unit rawat intensif (ICU) setelah kondisinya memburuk.

Di antara data yang berhasil diretas oleh peretas dikenal dengan sebutan Guccifer itu adalah daftar nama, alamat, nomor telepon seluler, dan akun surat elektronik keluarga Bush termasuk anak-anak dan rekan mereka yang termuat dalam daftar di bulan Oktober 2012.

Peretas menayangkan seluruh foto dan isi surat elektronik ke sebuah akun yang juga sudah diretas. Foto-foto itu diunggah ke akun itu, termasuk foto lukisan George W Bush yang dikirimkan ke adik perempuannya Dorothy Bush Koch.

Gambar lukisan itu adalah buatan Bush sendiri termasuk dua lukisan diri sendiri ketika sedang mandi di bawah pancuran dan di bathub.

Pada surat elektronik 28 November tahun lalu yang dikirimkan oleh Neil Bush, anak dari George W Bush, ke sejumlah keluarga, tertulis judul Laporan Tentang Ayah. Isinya berupa informasi detil tentang kondisi kesehatan George Bush senior.

 

 

Berita International

About The Author

Reply