Berita International – Dugaan Kelompok Pemberontak Rusia Mengenai Bom Boston

 

Setelah di ketahui kalau Bom Boston telah di ciptakan dan di ledakan oleh orang berdarah Rusia, pihak pemerintahan Amerika telah mengaitkan Bom Boston tersebut dengan pihak dari pemberontak Kaukus Utara, Rusia. Mendengar akan berita tersebut para pemberontak dari Kaukus Utara tersebut telah menolak akan ungkapan dari pemerintahan Amerika yang mengaitkan kelompok tersebut dengan pelaku Bom Boston tersebut.

“Perintah dari mujahidin Vilayayt Dasgestan, menyatakan bahwa pejuang Kaukus tidak melancarkan aktivitas militer terhadap Amerika Serikat,” seperti yang sebarkan oleh situs milik pemberontak tersebut, Kavkazcenter.com yang diberitakan AFP, Minggu (21/4/2013).

“Kami hanya berjuang melawan Rusia, di mana tidak hanya bertanggungjawab atas pedudukan kaukus, tetapi juga kejahatan terhadap muslim,” kata rilis pemberontak itu.

Kelompok pemberontak tersebut dipimpin oleh panglima Doku Umarov. Media di AS mulai mencari tahu hubungan antara beberapa kelompok di Chechnya kelompok Umarov itu. Sampai saat ini sumber dari Amerika Serikat pun masih belum mempunyai bukti kuat dari dugaan tersebut, maka dari itu anggapan itu masih di proses lagi.

“Saat ini, kami tidak memiliki informasi yang kredibel tentang keterlibatan Tsarnaev bersaudara dengan gerakan itu,” kata seorang sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya.

Kelompok dari pemimpinan Umarov tersebut sudah di ketahui sebagai musuh nomor satu di Rusia. Dan mereka saat ini telah di kaitkan dengan aksi Bom Moskow dan juga di seluruh Kaukus Utara dalam lima tahun yang lalu. Lebih jelasnya pada saat bom Moskow pada bulan Januari 2011 yang sudah menewaskan 37 orang.

Yang tidak di inginkan masalah ini nantinya bisa mempropagandakan dengan pihak Rusia, harusnya di cari sumber yang sangat jelas dahulu baru bisa katakan ada kaitan dengan kelompok pemberontak Rusia tadi.

“Menyerukan media AS untuk menghentikan spekulasi mereka dan tidak untuk membantu propaganda Rusia,” kata Kavkazcenter.com.

“Jika pemerintah AS benar-benar tertarik untuk menemukan pelaku sebenarnya dari pemboman Boston. Mereka harus mulai fokus pada keterlibatan dinas rahasia Rusia,” kata situs pemberontak itu.

 

Be Sociable, Share!