Berita International Hari Ini – Kemlu Pulangkan 82 WNI Korban Human Trafficking

 

Kementerian Luar Negeri RI dengan segera akan memulangkan 82 warga negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kuala Lumpur, Malaysia. WNI itu sendiri adalah bagian dari 104 warga yang mengalami tindak kejahatan yaitu perdagangan manusia (Human Trafficking).

“Ke 82 WNI itu tercatat dalam daftar 104 WNI yang berhasil dibebaskan dari tindak kejahatan yaitu perdagangan orang pihak kepolisian IPPD Cheran dan Imigrasi Port Klang, Selangor, Malaysia dan kemudian akan ditindaklanjuti kasusnya oleh KBRI Kuala Lumpur,” tukas pihak Kemlu RI.

“Mereka dipekerjakan di Malaysia dan akan diberangkatkan dengan segera ke sejumlah negara Timur Tengah untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) secara illegal yaitu tanpa melalui proses perekrutan terlebih dahulu dan memperhatikan ketentuan yang berlaku.”

Ke-104 WNI itu sendiri direkrut oleh 14 PPTKIS yang tersebar di wilayah Jakarta, Semarang, dan Surabaya yaitu PT. Rosasena Prima Jaya, PT. Eka Putra Abadi, PT. Mangun Jaya Perkasa, PT. Awan Bina Insani, PT. Nurani Indah Perkasa, PT. Karya Semesta Perkasa, PT. Interindo Mitra Sukses, PT. Aula Graha, PT. Solusi Sukses Mandiri, PT. Ansfrida Family, PT. Prayogo Prajogo, PT. Sinar Insani Barokah, PT. Dafa Putra Jaya, dan PT. Sinergi Bina Karya.

Peristiwa pembebasan itu bermula pada 1 Desember 2012 saat Imigrasi Port Klang, Selangor melaporkan ke KBRI Kuala Lumpur bahwa pihaknya telah berhasil menyelamatkan total 105 orang pekerja asing. Di mana 93 orang diantaranya adalah Warga Negara Indonesia yang direkrut oleh agen setempat “AP Sentosa Sdn. Bhd”. Mereka juga dijanjikan dapat bekerja sebagai Pembantu Rumah tangga serta cleaning service di Malaysia.

Kemudian, tepatnya pada 7 Desember 2012, KBRI Kuala Lumpur bekerjasama dengan Kepolisian IPPD Cheras dan berhasil membebaskan 11 WNI yang disekap di dalam sebuah apartemen di Bukit Jalil, Kuala Lumpur yang ternyata rencananya akan segera diberangkatkan ke kawasan Timur Tengah, termasuk ke negara-negara yang sebenarnya tidak lagi menjadi tempat utnuk penempatan TKI karena adanya moratorium yaitu Arab Saudi, Kuwait dan Yordania dan karena adanya suatu politik domestik yang tidak kondusif seperti di Suriah dan Mesir.

 

 

Berita International Hari Ini

Be Sociable, Share!