Berita International – Israel Buat Ulah Lagi Dengan Bom Berbentuk Mainan

 

Seorang walikota di wilayah Palestina memberikan laporan bahwa lagi-lagi pasukan Israel melakukan hal yang kejam lagi. kabarnya, pasukan-pasukan Israel membunuh bocah Palestina dengan menggunakan bom yang berbentuk mainan serta pena. Niatnya, bocah-bocah tersebut tertarik untuk mengambil mainan yang tergeletak di jalan. Namun, tidak disangka-sangka ternyata mainan tersebut adalah sebuah bom yang langsung meledak.

“Beberapa peledak memiliki bentuk yang variasi. Beberapa di antaranya menyerupai bentuk pena, sementara yang lainnya berbentuk mainan,” tutur Mustafa Fuqaha selaku Walikota Desa Ein Al-Bayda.

Tentu saja dengan hal itu, ia merasa geram karena Israel seakan tidak pernah berhenti mengganggu ketenangan warga Palestina. Malahan, upaya untuk mendamaikan kedua pihak seperti menjadi hal yang sia-sia karena negara Zionis itu selalu saja berbuat ulah yang menimbulkan banyak korban jiwa.

“Tentu ini sangat berbahaya. Mereka tidak pernah berhenti mengganggu warga palestina. Bahkan, parahnya lagi mereka sengaja menaruh peledak tersebut di jalan. mereka seperti menargetkan anak-anak. Tentunya ini harus segera ditindaklanjuti sebelum banyak korban anak-anak berjatuhan.”

Menurut laporan dari televisi Palestina, Israel juga pernah melakukan hal yang sama pada tahun 2003 silam. Mereka sengaja menaruh bom serta ranjau yang berbentuk mainan menggunakan pesawat tempur.

Sementara, berita lain yang tertera di Suratkabar Al-Hayat Al-Jadaida di Palestina melaporkan kejadian di tahun 2001. Israel diketahui menyebarkan permen-permen beracun tepat di depan sekolah-sekolah Palestina.

Namun, ternyata menanggapi hal ini, Media Israel juga tidak tinggal diam. Mereka mengungkapkan bahwa laporan mengenai bom mainan itu adalah hasutan yang secara sengaja dibuat oleh Pemerintahan Palestina.

Sejauh ini, memang banyak sekali korban anak-anak di Palestina. Pada November lalu, ketika Israel menggelar Operasi Pillar Pertahanan di Jalur Gaza, anak-anak hidup sengsara.

Sekitar 1,7 warga Gaza adalah remaja yang masih berusia di bawah 18 tahun. Terkadang, bocah-bocah Gaza seringkali mengungkapkan kekecewaan mereka atas perlakuan dari komunitas internasional terhadap Palestina. Mereka juga mengecam Israel yang membantah telah menyerang warga sipil.

 

 

Berita International

Be Sociable, Share!