Berita International – Jadi Teroris Semua Memiliki Peluang

Seperti yang telah diketahui bahwa akhir akhir ini banyak sekali rentetan serangan yang dilaukan oleh banyak teroris yang tersebar di dunia ini untuk menyerang banyak negara di dunia ini. Dan terakhir adalah serangan teroris di Perancis pada November 2015 lalu, dimana dalam hal ini ratusan bahkan ribuan nyawa tak bersalah dengan kejinya dijadikan korban dari aksi para teroris yang ingin merusak kedamaian dunia.

Serangan ini mengakibatkan banyak negara pada saat ini sedang melakukan kewaspadaan yang sangat mendalam dan tak lepas dari itu negara Indonesia juga menjadi salah satu negara yang mengalami hal serupa. Kengerian dan kekejaman yang ditimbulkan dari aksi teroris ini menigkatkan kewaspadaan bagi para negara dan juga warganya bahwa aksi teroris dapat dilakukan kapan saja dan juga dimana saja.

Berdasarkan kabar dan juga laporan yang beredar menyatakan bahwa setelah terjadinya teror dan pengeboman yang dilakukan di Paris Perancis pada 13 November 2015 lalu dimana dalam kejadian ini telah menewaskan sebanyak 129 warga negar Perancis dan sebanya 349 orang lainnya mendapatkan luka. Dan setelah hal ini terjadi lalu selanjutnya adalah penyanderaan sebanyak 170 orang pada sebuah hotel yang berada di Bamako Mali pada Rabu 2 Desember 2015 kemarin. Lalu selanjutnya kembali terjadi aksi teroris yang menewaskan 14 orang dan 17 lainnya luka luka, dimana hal ini terjadi di pusat layanan sosial yang berada di San Bernardino Amerika Serikat.

Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh peneliti psikologi teror yang berasal dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis 19 November 2015 lalu yakni Gazi Saloom menyatakan bahwa seorang pelaku teror adalah pribadi normal dapat berfikir secara normal berakal sehat dan juga tidak memiliki penyakit psikopatologi. Namun seorang pelaku teror dapat dipicu karena mereka mengalami krisis identitas yang dipicu oleh hal hal psikologi seperti halnya kehilangan seseorang, sesuatu atau mungkin juga dikarenakan sang pelaku teror tersebut mengalami kegagalan.

Krisis identitas tersebut dikatakan bahwa dapat mengenai semua orang dan berdasarkan hal ini dikatakan bahwa setiap manusia dapat berpeluang untuk menjadi seorang teroris.

 

About The Author