Berita International – Konflik di Sabah, Warga Berbondong-bondong Selamatkan Diri

Warga Malaysia yang menempati kota-kota di Sabah seringkali melarikan diri karena takut menjadi korban dalam baku tembak yang melibatkan polisi dengan loyalis Sultan Sulu. Mereka juga mengaku khawatir akan adanya gencatan senjata di tempat yang mereka tinggali.

“Kota kami yang damai sudah berubah menjadi mimpi buruk untuk kami. Kami terpaksa pergi karena situasinya semakin parah. Kami seringkali mendengar suara tembakan yang membuat anak-anak kami merasa ketakutan sekali,” tukas salah seorang warga.

Pada Sabtu pekan lalu, militan-militan Sulu mengucapkan sumpah untuk menginjakkan kakinya di Sabah bahkan sampai mereka mati tetap ada di sana. Sementara itu, militer Malaysia mengirimkan dua batalion ke wilayah tersebut.

Di Kota Semporna, segala aktivitas memang dihentikan karena kerap kali menjadi wilayah sasaran perang yang melibatkan dua pihak itu. Bahkan, warga yang menetap di sana terlihat sibuk mempersiapkan barang-barang mereka untuk pindah ke tempat yang jauh lebih aman.

Ketika konflik mulai tegang, Sultan Sulu Jamalul Kiram III malah mengajak interbensi Inggris dan AS juga PBB untuk terlibat dalam masalah itu. Kiram menuturkan bahwa pihak kesultana sudah tidak lagi percaya dengan Pemerintahan Presiden Filipina Benigno Aquino III.

Sampai saat ini, konflik Kesultanan Sulu masih terus berlanjut sampai pekan ketiga. Kabarnya, korban yang tewas karena baku tembak yang terjadi diperkirakan terus bertambah dan sekarang menjadi 26 jiwa.

Sejak tanggal 9 Februari lalu, para pengikut Kesultanan Sulu mendiami wilayah Lahad Datu, Kampung Tanduo dan Sabah. Sementara Pemerintah Malaysia sendiri sebelumnya mengeluarkan ultimatum kepada 100 pengikut Sultan Sulu untuk segera pergi dari Sabah.

Pendekatan dilakukan oleh Pemerintah Filipin mana Benigno Aquino selaku presiden meminta para pengikut Sultan Kiram untuk meninggalkan Malaysia.

Kesultanan Sulu selama ini mengklaim Sabah adalah daerah kekuasaan mereka usai direbut Inggris dan diberikan secara resmi kepada Malaysia.

Sultan Sulu Jamalul Kiram III sendiri berharap pihak asing ikut serta mengatasi konflik yang tengah terjadi.

 

Berita International

About The Author

Reply