Berita International – Masalah Seksual di Amerika Serikat, Melibatkan Petinggi Militer

 

Martin Dempsey dari Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat Jenderal telah baru mendapatkan suatu ancaman yang sangat ketus di saat dirinya telah memberikan suatu kesaksian di Komite Pelayanan Tentara Senat, di hari Selasa kemarin ( 4/6/2013 ). Dia telah memberikan suatu keterangan yang terkait dengan masalah kekerasan seksual yang ada di kalangan militer Amerika Serikat. Martin Dempsey telah meminta untuk segera menindaki masalah akan epidemi kekerasan akan masalah seksual tersebut.

Sudah di laporkan oleh media AP, Jenderal Martin Dempsey yang saat ini telah menjadi atasan semua kepala staf di tentara Amerika Serikat menungkapkan dari saksiannya kepada Komite Senat yang mengetahui kalau angka masalah seksual ini akan semakin meningkat lagi di kalangan militer AS, yang lebih mengagetkan kalau masalah tersebut sudah terjadi pula di level para jenderal. Sudah beberapa pekan ini sudah sangat mengejutkan adanya suatu serangan seksual dan juga aksi pemerkosaan yang terjadi di kalangan militer membuat para pemimpin dari militer AS dapatkan suatu kecaman.

Senat juga telah mendesak kepada pimpinan dari militer AS  untuk bisa mengambil langkah besar, yang juga termasuk untuk merevisi aspek hukum untuk bisa menghentikan hal yang telah membuat suatu hal negatif dampaknya untuk bisa menghancurkan nama militer AS.

Saat ini kita tidak sukses untuk bisa mengatasi suatu problem ini tanpa di adakan suatu perubahan budaya secara menyeluruh di militer AS,” ujar kepada Senator tersebut kepada suatu kumpulan dari jederal bintang empat.

“Perlu di ketahui kalau disiplin itu adalah suatu jantung dari budaya militer dan kepercayaan merupakan jiwa dari militer,” imbuh dari Levin.

Dari adanya suatu maslah seksual yang ada di dalam tubuh militer AS akhirnya berdampak di pecatnya banyak perwira tinggi di militer.  Semakin maraknya suatu kekerasan seksual tersebut di karenakan di baluti akan hukum yang ringan.

Kekerasan yang sangat berbudaya buruk di tubuh militer AS tersebut sudah di perkirakan  cukup banyak mereka telah diamkan masalah tersebut. Sehingga setelah banyak kasusnya masalah ini semakin mencuat.

 

 

Be Sociable, Share!