Berita International – Muslim Myanmar Antisipasi Serangan dari Warga Budha

 

Baru-baru ini setelah serangan yang ditujukan kepada keseluruhan warga yang bergama Islam di Myanmar, membuat warga mencoba untuk melakukan upaya-upaya antisipasi jika adanya serangan lanjutan yang dilangsungkan oleh warga Budha terhadap mereka. Upaya-upaya antisipasi yang telah dilakukan adalah dengan cara membentengi desa-desa di sekitar pedesaan dengan pagar bambu. Pedesaan umat muslim yang diserang tersebut berlokasi di daerah Win Kite, Myanmar Tengah.

Dari balik pagar bambu yang telah didirikan kokoh di pedesaan, mereka mengintai keareal sawah yang kering dimana areal itu merupakan permukiman warga penganut Budha. Umat muslim pedesaan Win Kite mewaspadai kearah sawah jikalau saja ada tanda-tanda asap yang mengepul disinyalir ada sekelompok orang yang akan mendekat ke pemukiman warga muslim ini.
Merujuk dari sumber Reuters pada hari Sabtu (4/5) ungkapan dari salah satu war ga Win Kite mengatakan, “Pada rabu yang lalu (1/5) sekitar 100 orang umat Budha bersenjatakan tongkat telah berkumpul di luar pagar, mengancam akan membakar desa dan membunuh mereka.”

Kin selaku warga pedesaan itu mengatakan, “Kami memiliki rencana untuk mempertahankan diri, jika mereka datang dan menyerang kami. Warga di Win Kite telah mempersenjatai diri dengan parang sebagai tindakan pencegahan ketika tentara dan polisi berpatroli di daerah kami.”

Pagar bambu dengan tinggi mencapai 1,5 meter itu telah didirikan mengitari daerah pedesaan Win Kite. Kejadian itu telah membuktikan bahwa di Myanmar telah timbul perpecahan antara penganut Muslim dan penganut Budha dimana penganut Budha merupakan agama yang dianut warga mayoritas di Myanmar. Akibat kejadian yang terjadi itu, negara-negara tetangga di Asia Tenggara juga ikut-ikutan mendapatkan dampaknya.

Dimana di Jakarta pada hari Jum’at (3/5), kedutaan besar Myanmar mendapatkan serangan oleh bebrapa warga. Akan tetapi serangan itu bisa diatasi oleh pihak Densus dari Mabel Polri. Rencana penyerangan itu disinyalir merupakan reaksi warga Muslim Jakarta karena adanya penyerangan dari umat Budha terhadap umat Muslim Rohingya Myanmar yang memakan korban sebanyak 44 jiwa pada bulan Maret yang lalu.

 

 

 

Be Sociable, Share!