Berita International – Obama Begitu Khawatir Dengan Kerusuhan Mesir

 

Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengungkapkan bahwa ia begitu khawatir dengan kerusuhan yang terjadi saat ini di Mesir. Bahkan, Obama pun sampai menghubungi Presiden Mesri, Mohamed Mursi secara langsung melalui telepon.

Obama mengatakan kepada Mursi terhadap kekhawatirannya tersebut. Obama juga mengungkapkan bahwa menjadi hal terpenting yang perlu dilakukan oleh para pejabat Mesir untuk terlebih dahulu mengesampingkan perbedaan agar dapat bersatu dengan tujuan memajukan negaranya. Protes besar itu terjadi setelah Mursi mengeluarkan dekrit dimana dekrit tersebut memperjelas bahwa kekuasaannya sebagai Presiden lebih diperlanggeng.

Namun, dampaknya yang parah adalah dimana protes besar tersebut menimbulkan kericuhan yang tidak terkontrol. Protes besar yang dilakukan oleh pendukung Mursi serta oposisi tersebut menewaskan setidaknya tujuh orang dan 644 orang terluka. Tentu saja peristiwa ricuhnya tersebut menjadi peristiwa kriris politik yang buruk yang terjadi di Mesir saat Mursi naik takhta menjadi Presiden.

“Presiden Obama telah menghubungi presiden Mursi secara langsung dan menyuarakan kekhawatirannya terhadap kericuhan yang terjadi. Presiden Obama juga mengungkapkan kekhawaitean mendalam atas timbulnya korban luka dan jiwa dalam demonstrasi besar tersebut,” ujar salah seorang juru bicara Gedung Putih Jay Carney.

Presiden Obama juga menegaskan bahwa Amerika Serikat memberikan dukungan penuh kepada warga mesir dan transisi demokrasi di negeri tersebut. namun, tentu saja transisi demokrasi tersebut harus disertai dengan penghormatan terhadap hak-hak bagi warga negeri Piramida tersebut.

Mursi memang sempat melarikan diri dari Istana Presiden ketika para demonstran mulai datang dan mengepung istananya. Sekarang ini, militer Mesir sudah menempatkan sejumlah tank dan kendaraan lain di wilayah yang tidak jauh dari kantor presiden.

Memang, selama demonstrasi berlangsung, Wakil Presiden Mesir, Mahmoud Mekki mengajukan permintaan kepada graksi anti-Mursi untuk terlebih dahulu berdialog dengan tujuan untuk meredakan ketegangan. Akan tetapi, salah satu pihak yakni dari pimpinan oposisi, Muhammad el Baradei menolak untuk melakukan dialog.

Baredei sendiri beranggapan bahwa dialog tersebut hanyalah sebuah taktik dan cara yang dilakukan secara sengaja oleh pemerintah untuk dapat mengulur waktu. Ia mengungkapkan bahwa akan terus melakukan protes terhadap keputusan tersebut.

 

 

Berita International

Be Sociable, Share!

 

Tags

Related Posts

  • No Related Posts