Berita International – Paus Baru Punya Tantangan Di China

Thaddeus Ma Daqin nyaris saja ditunjuk untuk menjadi Uskup Shanghai. Akan tetapi, saat ini ia menjadi tahanan di seminari karena telah menantang Pemerintah China. Ia sendiri ditahan selama Sembilan bulan. Dan bisa dikatakan bahwa isu Ma ini memang wajib menajdi pusat perhatian bagi paus baru nantinya.

Pada bulan Juli lalu, Ma terpaksa untuk keluar dari kelompok Asosiasi Kepastoran Katolik China (CPCA). Ia pun langsung dibawa oleh otoritas keamanan Negara China ke Seminari Seshan dari gereja.

Pada bulan Desember 2012, MA dipaksa utnuk melucuti gelar keuskupannya karena diduga melakukan pelanggaran terhadap hukum yang berlaku di China. Pelanggaran itu sendiri diketahui karena ia dianggap menantang China dengan perbuatannya yaitu memanfaatkan keberadaan institusi gereja.

Total jemaat Katolik yang ada di negeri China itu mencapai angka yang cukup besar yaitu hingga enam juta jiwa. Diketahui sejumlah masalah yang dialami oleh warga China yaitu mengenai wewenang penunjukan uskup. Vatikan mengatakan bahwa hanya pauslah yang memiliki wewenang untuk melakukan penunjukan itu. Akan tetapi, Beijing memiliki pendapat yang lain di mana mereka bisa melakukan hal yang serupa di Gereja Katolik China.

Pemerintah sendiri sempat menuding bahwa Roma telah melakukan perusakan terhadap independensi Gereja Katolik di China. Seementara Vatikan juga dianggap melakukan intervensi hak-hak yang dimiliki warga katolik untuk beribadah.

Seperti yang diketahui, Vatikan dan China memang tidak lagi memiliki hubungan yang baik sejak tahun 1951, tepatnya usai rezim komunis China berhasil menduduki kekuasaan. Mereka pun melakukan pemaksaan kepada warga katolik untuk tidak lagi berhubungan dengan vatikan. Kebebasan untuk beragama sendiri masih dianggap berat hingga Mao Tse Tung tutup usia.

Akan tetapi, Paus Emeritus Benediktus XVI memang berjasa karena berhasil meredakan ketegangan yang melibatkan Vatikan dengan Beijing. Melalui suratnya di tahun 2007 lalu, Benediktus mengemukakan harapannya untuk bisa mempersatukan perpecahan gereja-gereja yang ada di China. Benediktus pun meminta uskup agung dari Hong Kong guna mewakili suara dari Negara China di Vatikan.

Ketika sejumlah cardinal mengadaan pertemuan di hari kedua konklaf, nasib dari Gereja Katolik di China memang masih belum dibahas. Akan tetapi, isu China memang penting untuk menjadi perhatian bagi paus baru.

 

 

Berita International

About The Author

Reply