Berita International – PBB Selidiki Soal HAM, Korut Langsung Murka

Korea Utara (Korut) pun mengecam tindakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diketahui telah menyetujui resolusi untuk menyidik mereka. PBB sendiri bermaksud untuk melakukan penyidikan terhadap Korut dengan kasus dugaan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM).

“Kami akan mengabaikan resolusi yang ada. Kami akan menolak adopsi resolusi yang dilakukan oleh Dewan HAM PBB di Jenewa,” tukas Kemenlu Korea Utara.

Resolusi itu sendiri mendesak pembentukan tim ahli yang memang ditujukan untuk melakukan penyelidikan aspek kekerasan Hak asasi manusia yang terjadi di negara tersebut. Diyakini bahwa pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di sana memang berlangsung dengan sistematis dan menyebar dengan luas.

Sebelumnya, Navi Pillay selaku Komisioner Hak Asasi Manusia PBB menuturkan bahwa PBB memiliki bukti yang sangat kuat yang mengindikasikan bahwa ada sekitar lebih dari 200 ribu orang yang ditahan dengan alasan politik oleh Pemerintah Korut. Selama ditahan itulah, para tahanan mendapatkan berbagai penyiksaan diantaranya adalah pemerkosaan dan dipaksa untuk bekerja.

Korut sendiri diketahui memang terus memberikan perlawanan terhadap PBB. Sebelumnya, Korut juga melakukan penolakan terhadap resolusi dari PBB mengena uji coba nuklir yang dilakukan pada 12 Februari yang lalu.

Sebelumnya, negara Komunis tersebut menerima utuh resolusi sanksi baru yang dikeluarkan pada Korut pada Jumat 8 Maret lalu. Sanksi itu memperkuat isolasi internasional pada Korea Utara serta memperketat sanksi terhadap finansial itu sendiri. Sanksi itu juga ditujukan supaya Korut tidak mendapatkan pengiriman kargo yang berbahaya.

Resolusi ini sendiri bahkan mendapatkan dukungan dari pihak China yang memang selama ini adalah sekutu paling dekat dengan Korut. Sanksi itu dikeluarkan sedemikian rupa sama dengan resolusi untuk Iran.

Sanksi ini menjadi yang ketiga kalinya semenjak tahun 2006 silam dan memang bertujuan untuk memberhentikan rudal balistik serta program nuklir yang dilakukan oleh Korut. DK PBB ini juga mengeluarkan sanksi menyusul dengan meningkatnya ketegangan yang terjadi di Semenanjung Korea.

 

Berita International

About The Author

Reply