Berita International – Pegawai Bank Yang Kantuk Salah Ketik Nilai Uang Transaksi

 

Suatu pengadilan yang bergerak dalam hubungan industrial yang berada di negeri Jerman telah memberikan suatu pernyataan, dari seorang penyelia suatu bank memang tidak semestinya bisa di pecat setelah banknya dapatkan banyak kehilangan jutaan euro yang di karenakan suatu kekeliruan dari transaksi.

Suatu kasus tersebut di mulai di saat adanya suatu permintaan transaksi yang di inginkan adalah senilai 64,20 Euro saja. Akan tetapi yang terjadi adalah sang pegawai bank tersebut telah merasa kantuk dan sementara dari pada itu jari-jarinya yang masih di atas keyboard dari PC telah merubah angka dari 64,20 euro. Dengan rasa kantuk dirinya tidak sadar telah memencet angka sebesar 222.222.222,22 euro.

Karena sudah melakukan hal tersebut akhirnyaa sang atasannya juga telah dipecat. Namun setelah di selidiki di meja hijau dari masalah ketenaga kerjaan di negara bagian Hesse telah memberikan suatu keputusan bahwa penyelia tersebut harusnya di peringatkan saja. Bukan malah untuk di pecat.

Kasus seperti itu tersebut telah di terjadi di waktu bulan April tahun 2012 lalu di saat sang petugas bank tersebut telah tidak bisa merasakan kantuk dan menempel tidak sengaja menekan tombol 2 sampai akhir digit.

Kendati telah melakukan suatu tindakan tersebut atasannya yang berusia 48 tahun tersebut dan sudah menjadi pekerja di bank tersebut sejak tahun 1986. Dengan suatu alasan memang dirinya tedak menyadari ada suatu kekeliruan tersebut dalam transaksi yang mengeluarkan banyak uang tersebut. Maka dari itu ia mengizinkan pengiriman uang tersebut.

Dari pegawai lain di bank tersebut sudah mengerti akan kekeliruan itu dan kemudian melakukan suatu angka yang benar .

Dan pada saat di cari akan keterangan di meja pengadilan pihak dari bank memang katakan kalau pekerjanya tersebut tidak melakukan tugas dengan cara professional karena memang tidak mengerti atau memferifikasi dari penelia tersebut yang telah ketik salah tadi.

Dan akhirnya pihak dari bank mengerti akan kebijakan dari pengadilan karena memang tidak sengaja. Dan karyawan tersebut di perbolehkan untuk bekerja kembali.

 

 

 

No related content found.

Be Sociable, Share!