Berita International – Presiden Bangladesh Meninggal Dunia

 

Rabu (20/3/2013) kemarin Presiden Bangladesh, Zillur Rahman meninggal dunia di rumah sakit Singapura. Kantor Perdana Menteri Bangladesh di Dhaka mengungkapkan bahwa Presiden Zillur Rahman meninggal di usia 85 tahun akibat komplikasi penyakit ginjal dan pernafasan. Kedua penyakit tersebut memang telah diderita cukup lama. Menurut Duta Besar Bangladesh untuk Singapura, M. Mahbubuzzaman, Presiden Zillur Rahman meninggal di rumah sakit Mount Elizabeth. Zillur Rahman dibawa ke Singapura sejak 10 Maret lalu menggunakan ambulans udara. Ia dibawa ke Singapura setelah kondisi kesehatannya mulai menurun drastis.

Rahman sendiri menjadi Presiden Bangladesh sejak Februari 2009. Rahman dikenal sebagai salah satu pendiri parta Liga Awami yang saat ini berkuasa di pemerintahan. Rahman merupakan sahabat Sheikh Mujibur Rahman yang merupakan presiden pertama Bangladesh. Anak dari Mujibur Rahman sendiri adalah Sheikh Hasina yang merupakan Perdana Menteri Bangladesh.

Menurut Hasina, Rahman merupakan pejuang patriotik. Karena Rahman sebelumnya adalah seorang pengacara kemudian ia menjadi tokoh kunci dalam konsolidasi Liga Awami setelah adanya kejadian pembunuhan Mujib dan hampir seluruh keluarganya pada 1975. Rahman juga akrab dengan penjara. Tahun 1971, ia pernah dihukum 20 tahun selama perang kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan. Kemudian pada 1975 ia dihukum selama empat tahun penjara seiring pembunuhan Mujibur. Usai pemilihan pada 1986 ia juga sempat dipenjara meskipun hanya sebentar.

Sekretaris Rahman, Shafiul Alam mengungkapkan bahwa Rahman meninggal dengan meninggalkan seorang putra yang saat ini menjadi anggota parlemen serta dua anak perempuan. Istrinya yang juga seorang politisi, Ivy Rahman telah meninggal dunia pada Agustus 2004 silam setelah mengalami luka parah akibat serangan granat dalam pawai Liga Awami yang juga menewaskan 20 orang lainnya.

Untuk menghormatinya, selama tiga hari Bangladesh mengumumkan hari berkabung nasional. Sementara itu hingga parlemen menunjuk pengganti Rahman, maka ketua parlemen, Abdul Hamid bertindak sebagai presiden sementara.

Kematian Rahman tentu menjadi hal sulit bagi rakayat Bangladesh pada umumnya. Pasalnya saat ini Bangladesh tengah mengalami berbagai kerusuhan berbau politik. Dan disebut-sebut sebagai kerusuhan politik terburuk di negara tersebut.

 

Berita International

Be Sociable, Share!