Berita International Terbaru – Perpecahan di Mesir Saat Ini Menjadi Semakin Memanas

 

Sudah bisa di ketahui kalau suatu situasi politik yang saat ini melanda negara Mesir yang memang masih belum normal. Suatu keadaan yang seperti ini terlihat sangat parah di kota Kairo dan juga kota-kota yang lainnya memang merasa sangat tegang di saat adanya kabar yang sebutkan kubu dari  oposisi yang akan berunjuk rasa yang inginkan untuk menurunkan Sang presiden Mesir yaitu Muhammad Mursi pada tanggal 30 Juni nanti.

Untuk mengantisipasi suatu hal tersebut, Mursi yang juga telah mengadakan suatu pertemuan yang sangat mendadak dengan sang Menteri Pertahanan negara Mesir yang bernama Abdel Fattah Sisi pada hari Minggu kemarin (23/6/2013). Sudah di katakan kalau pertemuan tersebut akan membicarakan kemungkinan akan menugaskan militer untuk menjadi mediator dari pemerintah dan juga kubu oposisi.

Seperti yang sudah di kabarkan oleh sebuah media yang sudah memberikan suatu laporan, Kedutaan Besar Republik Indonesia  yang tempatnya di Kairo memberikan suatu permintaak kepada seluruh warga Indonesia  yang bertempat di Mesir untuk bertahan di dalam rumah jangan mengeluarkan batang hidungnya, kecuali ada suatu hal yang sangat penting dan juga mendesak, hal tersebut sudah di hitung pada tanggal 27 Juni yang akan datang nanti, untuk bisa hindari adanya suatu hal yang sangat membahayakan. Sudah di kabarkan kalau di Mesir memang terdapat sebanyak 6.000 warga negara Indonesia yang berada di sana, yang sangat besar adalah mahasiswa di Universitas Al Azhar.

Untuk bisa mengupayakan untuk bisa menurukan dari kepemimpinan Mursi tersebut, kubu dari opsisi sudah kumpulkan angotanya sebanyak 15 juta tanda tangan  dari  banyaknya orang yang setuju untuk mengundurkan kepemimpinan Mursi. Anggota tersebut akan terus bertamabah dalam setiap waktunya.Bagi kubu oposisi, pengumpulan 15 juta tanda tangan itu cukup sebagai legitimasi untuk menjatuhkan Mursi. Kubu oposisi menganggap Mursi dalam pemilihan presiden pada Juni 2012 hanya mendapatkan 13 juta suara, kurang dari 15 juta tanda tangan yang meminta Mursi mundur. Tuntutan utama kubu oposisi adalah segera digelar pemilu presiden dini. Banyak warga Mesir kecewa karena tidak ada perbaikan kondisi ekonomi dan keamanan selama satu tahun pemerintahan Mursi.

Dari sebaliknya untuk kubu dari kaum Islamis, pada hari Jum’at lalu telah menggelar suatu unjuk rasa yang sangar besar untuk bisa memberikan dukungan kepada Mursi di suatu bundaran Rabaag Adawiyah. Unjuk rasa tersebut adalah suatu unjuk rasa yang di ketahui di lakukan oleh para pendukung dari Mursi. Kubu dari Islamis nantinya akan berencana untuk bisa gelar untuk demo dan unjuk rasa yang lebih besar di tanggal 28 Juni nanti.

 

 

Be Sociable, Share!