Berita Jakarta Baru – Ahok Tegasi Akan Mengusir Para Pendatang Jika Tidak Punyai KTP

Berita nasional kini membicarakan masalah hasil arus balik setelah lebaran, yang dimana banyak mengirakan kalau para pendatang bisa di pastikan juga bertambah. Kini dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberikan suatu waktu tenggat waktu yang selama 14 hari kepada mereka semua pendatang baru yang sudah menduduki DKI agar bisa mengurus dokumen kependudukannya. Karena ini bisa mempermudah mengerti jumlah pendatang baru dan bisa memberikan KTP kepada mereka.

Jika memang sudah melebihi 14 hari dari para pendatang yang sudah memenuhi adanya Jakarta setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran ini kedapatan masih belum bisa mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kawasan Jakarta, maka dari Gubernur Ahok, sapaan akrab dari Basuki Tjahaja menyebutkan kalau DKI tidak segan-segan untuk mengusir mereka dari Jakarta.

“Akan menyulitkan Jakarta saja nantinya. Dia tidak punya daftar, dia tidak punya pekerjaan tetap, maka segara saja kita usir supaya mereka bisa pulang ke kampung saja. Lagian mereka juga malasnya mengurus KTP Jakarta,” tegas dari Ahok pada saat di mintai keterangan berada di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/7/15).

Di hubungi lagi secara terpisah, bisa di ketahui kalau Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta bernama Edison Sianturi menyebutkan bahwa waktu selama 14 hari yang diharapkan terhitung mulai dari H+7 Lebaran.

Seperti keterangan darinya, Dukcapil akan bisa melakukan suatu operasi yustisi mulai di tanggal 7 Agustus 2015 untuk bisa menyisir para pendatang yang mereka tidak mempunyai suatu dokumen kependudukan atau KTP.

Edison juga menegaskan bahwa operasi yustisi ini paling utama di lakukan agar bisa mencegah kawasan-kawasan kumuh di Jakarta seperti yang ada di bantaran sungai dan bawah kolong jembatan. Di mana di tempat- tempat itu akan bisa di jadikan tempat bermukim bagi mereka para pendatang yang hanya mempunyai modal nekat saja datang ke Jakarta.

About The Author