Berita Kasus Kriminal – Pelaku Pembunuh Deudeuh Ternyata Kangen Anak Dan Istrinya

Prio Santoso, pria ini adalah tersangka yang sudah membunuh janda cantik yang bernama Deudeuh Alfi Sahrin (26), hari ini telah di kunjungi berada di keluarganya berada di rumah Polda Metro Jaya.

“Syukur Alhamdullilah mas, istri kemarin sudah menjenguk saya. Itu adalah yang sudah saya harapkan,” terang dari pria yang dimana sudah akrab diberikan nama julukan Rio berada di Mapolda Metro Jaya memberikan penjelasan kepada para wartawan, Kamis pagi (16/4/15).

Menyebutkan kepada wartawan, Rio menyebutkan kalau sang istrinya memberikan suatu dukungan dan menyampaikan beberapa pesan kepada dirinya.

“Dirinya mengatakan kepada saya supaya bisa lebih tegar lagi menghadapi adanya yang udah saya perbuat,” terang dari Rio memberikan keterangan.

Pada saat dirinya di tanya apakah sudah meminta maaf kepada sang istriya adanya kejadian ini, Rio memberikan mimik menundukkan kepala terdiam sejenak.

“Saya memang sudah meminta maaf mas. Saya sudah menyesal kepada istri saya. Saya selalu kepikiran dari istri saya dan anak saya,” terang dari Rio yang dimana pada saat itu telah menangis.

Disaat Rio telah masuk ke sel tahanan untuk Rabu kemarin, Rio memberikan pengakuan selalu terbayang adanya wajah sang istrinya yang sudah mengandung anaknya yang masih kecil. Dirinya selalu berpikiran tentang istrinya.

Selain mendapatkan adanya dukungan dari keluarga dan juga istrinya, Rio juga mengakui mendapatkan dukungan berasal dari rekan rekan tahanannya berada di Polda Metro Jaya kemarin.

“Saya berada di dalam sel dengan dua orang tahanan yang lainya. Orangnya sangat baik, selalu memberikan support, saling bercerita dan kasih beberapa nasehat kepada saya,” terang darinya lagi.

Deudeuh Alfi Sahrin di ketahui ditemukan tewas berada di indekosnya yang berada di Tebet Utara, Jakarta selatan untuk hari Sabtu (11/4/15) berada di malam hari.

Berasal dari tim identifikasi sudah menemukan adanya sang korban yang sudah tewas dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Leher di ikat dengan kabel sedangkan dari mulutnya di sumpal kaos kaki.

About The Author