Berita Kasus Terkini – Muhammadiyah Menindaklanjuti Masalah Pesta Bikini

 

Muhammadiyah yang dimana menjadi salahs atu organisasi keagamaan yang sudah memayungi dari Sma Muhammadiyah Rawamangun akan memberikan tuntutan kepada penyelenggara pesta bikini ‘Splash After Class’ yaitu Divine Production kepada kepolisian. Adanya rencana ini memang sudah di ambil lantaran dari sang pihak penyelenggara tersebut sudah mencantumkan nama sekolah pendidikan dalam naungan yayasan agama Islam.

Seperti dari Dahnil Anzar selaku menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah menyebutkan kalau pencantuman nama dari sekolah tersebut menjadi salah satu bentuk penghinaan kepada institusi pendidikan mereka. Sebab dari acara tersebut memang sangat menyimpang dari beberapa nilai-nilai ajaran agama Islam.

“Terkait dengan masalah undangan pada pesta bikini yang sudah mencantumkan nama dari SMA Muhammadiyah Rawamangun, kami akan memintai sekolah untuk bisa melaporkan adanya tindakan ini kepada pihak berwajib, dan meminta kepada polisi mempublikasikan masalah ini. Karena ini juga menjadi suatu pencemaran nama baik,” terang dari Dahnil yang disebutkan kepada wartawan hari kemarin, Kamis (23/4/15).

Dahnil sendiri yang merasa sangat yakin kalau tidak mendaftarkan diri menjadi peserta dari pesta bikini terebut, yang sudah dijadwalkan akan di selenggarakan pada tanggal 25 April nanti. Siswa dari SMA Muhammadiyah yang biasanya merayakan adanya lepas Ujian Nasional dengan mengadakan acara keagamaan, seperti dari pengajian bersama.

“Kita yang memang biasa-biasa saja kalau habis UN. Biasa hanya ada acara pengajuan sederhana,” terang dari dirinya.

Akan tetapi dari Dahnil menegaskan jika dari salah satu siswa atau dari organisasi kesiswaan sekolah telah terbukti kalau hanya mencantumkan nama sekolah saja, maka dari itu dirinya telah meminta sekolah memberikan sanksi tegas. Karena tidak hanya dari nama sekolah yang sudah ternoda akan tetapi juga dari nama Muhammadiyah secara umumnya.

“Jika memang ada siswa yang sudah terbukti untuk ikut-ikutan, kita yang meminta sekolah bisa memberikan sanksi tegas dan juga sangat keras,” terang dari Dahnil menjelaskan.

Be Sociable, Share!