Berita Kesehatan Baru – Jangan Simpan Ayam Berada Di Pendingin Kulkas

Dengan sering menyimpan beberapa daging ayam dengan cara berpisah dengan makanan yang lain bisa mencegah kita terpapar dengan adanya bakteri campylobacter. Disebabkan dari bakteri ini, ada seratus orang yang berasal dari Inggris yang sudah meninggal dunia di setiap tahunnya.

Saran yang sudah di beritakan oleh Food Standards Agency (FSA) yang menyatakan kalau untuk bisa menyimpang daging ayam berada di dalam lemari es bagian bawah dan di letakkan berada di wadah tertutup rapat. Walaupun masih belum jaminan semua dari bakter mati, akan tetapi dari FSA memberikan saran untuk tidak menyuci dari daging ayam yang hendak di masak.

Ungkapan dari Prof. Paul Wigley yang berasal dari Avian Infection and Imunity di Liverpool University, telah menyebutkan kalau sulit dalam mengontrol penyebaran dari bakteri yang sudah terdapat berada di daging ayam.

“Dari semua jenis ayam, baik yang organik dan tidak, bisa di mungkinkan untuk bisa tercemar adanya bakteri ini masih bisa di mungkinkan,” terang darinya yang sudah di kutip berada di dalam laman Dailymail, hari Jumat lalu (28/5/15).

Dari segala benda yang memang sudah tersentuh dengan daging ayam mentah memang harus bisa di cuci dengan menggunakan sabun dan juga air panas, termasuk juga dari tangan dan semua peralatan yang ada.

Bahkan, pada saat ingin bisa meracik adanya daging yama bisa menjadi seporsi sop, pastikan dahlu dari air yang mendidih dengan sempurna, jangan hanya hangat hangat saja.

Berdasarkan ungkapan dari Kepala eksekutif FSA Catherine Brown yang bernama Campylobacter adalah suatu masalah yang sangat serius. Bukan hanya itu saja, dari beberapa bakteri ini pun bisa menyebabkan penyakit yang sangat parah bahkan sampai mematikan.

“Walaupun orang yang sendiri cenderung untuk mempraktikan dalam mencuci tangan setelah melakukan pencucian dari ayam mentah dan memastikan ayam itu di masak dengan sangat matang, penelitian yang sudah menghasilkan kalau mencuci ayam juga sangat berakibat fatal,” terang darinya.

About The Author