Berita Kesehatan – Ini Yang Harus Dilakukan! Mengalami Patah Tulang Saat Kecelakaan

Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap kemudahan dalam beraktifitas setiap harinya yang dulu biasannya memerlukan waktu yang lama dalam menempuh perjalanan saat bepergian ataupun pergi ke kantor. Sekarang di era globalisasi saat ini begitu banyak fasilitas yang disuguhkan antara lain mobil, sepeda motor sampai transportasi umum sehingga mempersingkat waktu dalam menempuh perjalanan.

Menyebabkan tidak hanya di kota-kota besar saja yang penuh sesak dengan kendaraan, di kota kecilpun sudah mulai dipadati kendaraan. Dari keadaan lalu lintas yang dipadati dengan kendaraan tersebut memicu hampir setiap harinya terjadi kecelakaan lalu lintas. Dari kecelakaan yang sering terjadi di jalan paling banyak cedera yang terjadi adalah patah tulang. Sehingga dalam hal ini dibutuhkan keseriusan serta kehati-hatian dalam menanganinya.

Sering kita menemui korban kecelakaan lalu lintas dan kita berada di lokasi kejadiaan. Ketika itu pula pastinya naluri manusiawi kita ingin menolong korban tersebut. Tetapi untuk korban kecelakaan spesifikasinya patah tulang kita seharusnya harus tau pasti tentang beberapa hal yang mesti dilakukan dan tidak boleh dilakukan agar cedera tidak bertambah serius. Mengingat cedera patah tulang itu sendiri terdiri dari berbagai jenis.

Menurut dr Firdaus Saleh, SpU (k), spesialis urologi dari RS Pelni memaparkan bahwa “Tanda-tanda patah tulang itu adalah lihat bentuknya dan letak bagian tubuhnya. Jika ada yang keluar atau bergeser tidak pada tempatnya, maka dapat dipastikan ia mengalami patah tulang”.

Pertama kali yang perlu dilakukan kepada korban patah tulang adalah memposisikan korban agar kondisi tulangnya yang cedera patah bisa kembali dalam keadaan normal. Setelah mengalami kejadian cedera patah tulang dipastikan kondisi korban biasanya akan merasakan rasa nyeri yang hebat hingga bisa juga mengalami syok. Jadi ketika tulangnya dikembalikan dalam keadaan normal korban tidak akan merasakan nyeri, papar dr Firdaus.

Namun begitu bagi orang awam yang tidak tahu cara menangani pasien patah tulang dianjurkan korban untuk tidak mencoba mengotak-atik kondisi tulangnya supaya tidak terjadi kondisi yang lebih parah. Cara tersebut sebaiknya dilakukan oleh tenaga medis yang sudah ahli dalam bidang patah tulang.

Dr Firdaus menghimbau agar tidak memindahkan korban kecelakaan seorang diri. Namun sebaiknya korban dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Dalam proses ini dibutuhkan kehati-hatian dalam memindahkan korban, jika tidak hati-hati mengakibatkan posisi luka korban bisa bergeser.

Dr Firdaus menegaskan lagi,”Cara aman pindahkan korban adalah angkat dalam posisi anatomis, yaitu telentang dengan kedua lengan di samping secara bersama-sama minimal 4 orang dengan perlahan-lahan dan serntak. Jangan ada bagian tubuh yang terjuntai”.
 

About The Author

Reply