Berita Kesehatan – Masyarakat Harus Berperan Aktif Untuk Pengawasan Bahan Makanan

 

Pengawasan dari bahan makanan yang sangat berbaya harusnya menjadi suatu paham tersendiri bagi semua konsumen, bukan hanya tergantung oleh para tanggung jawab pemerintah dalam hal pengawasan tersebut. Tetapi semua komponen masyarakat yang juga menjadi konsumen bahan makanan tersebut, juga bisa pembeli dan penjual.

Hal ini akan bergerak dengan hasil yang positif nantinya, bukan hanya sekedar dari perolehan laba penjualan, namun para produsen nantinya juga akan semakin teliti dalam memberikan bahan makanan yang akan hendak di jual. Karena kepedulian dari konsumen mengenai bahan makanan yang berbahaya tersebut akan membuat para produsen yang nakal selalu menggunakan bahan kimia berbahaya bisa kesulitan dalam memasarkan produknya, atau malah bisa bangkrut nantinya.

Seperti yang telah di ungkapkan oleh sang menteri Keseharan Nafsiah Mboi yang memberikan perkataan kalau konsumen harus berani menolak jika produsen menjual makanan berbahan kimia berbahaya.

“Kalau masyarakat yang membeli jelas menolak, maka produsen akan mengganti produknya dengan yang aman,” kata Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di sela acara pencanangan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di Pasar Cibubur, Jakarta, Jumat (19/4/13).

Padahal sudah berulang kali di lakukan razia, akan tetapi penggunaan bahan-bahan makanan berbahaya dalam produk pangan masih di pasarkan sering di temukan di pusat perbelanjaan. Maka dari itu perlu di mengerti akan kesadaran dari semua lapisan masyarakat akan pentingnya pengawasan ini.  Jika memang semua memang inginkan suatu tubuh yang sehat dan segar bugar tanpa ada sautu ancaman harus bisa lakukan hal ini.

Secara umum ada tiga bahan berbahaya yang paling banyak ditemukan di pasar-pasar, yakni boraks, formalin, dan zat pewarna. “Memasukkan bahan-bahan berbahaya tersebut ke bahan pangan dan jajanan sekolah adalah perbuatan kriminal,” kata Menkes.

Pencanangan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya merupakan kerjasama antara Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementrian Perdangan, Kementrian Kesehatan, dan Pemprov DKI Jakarta.

Kepala BPOM Lucky S Slamet mengatakan, program pasar aman dari bahan berbahaya ini mulai dicanangkan di Jakarta karena merupakan ibu kota negara yang bisa menjadi barometer bagi daerah lain. Sebab dalam 3 tahun pasar aman akan dicanangkan di 108 kota di 31 provinsi di Indonesia.Para peneliti percaya, temuan yang dimuat dalam jurnal Cell Metabolism ini memiliki implikasi besar terhadap penangangan AMD.

 

Be Sociable, Share!