Berita Kesehatan Nasional – Pihak Polisi Masih Menantikan Hasil Labfor Beras Plastik

 

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti yang baru saja memberikan penjelasan kalau sampai di saat ini dari pihak kepolisian yang masih menunggu adanya hasil sampel yang sudah berada di dalam pusat laboratorium forensik dan juga dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kita saat ini masih menantikan hasil dari lab for dahulu juga dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Jika memang nantinya hasil tersebut telah keluar akan bisa kita serahkan langsung kepada penyidik untuk bisa di lakukan penyelidikan lebih lanjut lagi,” terang dari Badrodin Haiti memberikan penjelasan setelah dirinya menghadiri adanya peletakan batu pertama pembangunan Gedung Indonesia yang berada di Jl Mh Thamrin, hari ini (23/5/15).

Dirinya yang sampai saat ini masih belum bisa untuk memastikan apakah dari beras tersebut sudah di ambil sampel mendapatkan unsur adanya berbahan plastik.

“Dari kami juga masih belum mengerti, kan memang masih di selidiki di lab for,” terangnya lagi menjelaskan.

Jika pun hasilnya dari beras tersebut mengandung adanya plastik, maka dari pihaknya akan bisa menyelidiki darimana asal dari beras tersebut.

“Jika memang itu benar benar dari beras plasti kami sendiri akan menyelidiki sumbernya dari mana, apakah berasal dari dalam negeri, atau berasal dari luar negeri,” terang dari Badrodi menjelaskan lagi.

Untuk lebih lanjutnya lagi, dari Badrodin sendiri menjelaskan kalau setelah dari hasil lab keluar dan sudah terbukti mengandung banyak bahan plastik, beliau memberikan janji kalau akan menyelidiki lebih lanjut masalah ini untuk bisa mengungkap siapa yang sudah bermain dalam kasus yang sangat meresahkan saat ini.

“Pada saat ini memang masih belum bisa di tetapkan menjadi tersangka, mereka semua masih menjadi saksi-saksi,” ujar dari Badrodin menjelaskan.

Seperti yang sudah di ketahui, dari kasus ini berawal dari pada saat seorang pedagang bubur memberikan pelaporan masalah itu kepada polisi.

Dari pedagang yang sudah biasa membeli adanya beras dari sebuah toko berada di wilayah Bantenggebang, Kota Bekasi tersebut menemukan ada keanehan yang terdapat pada buburnya.

Be Sociable, Share!