Berita Kesehatan – Persamaan Cedera Atlit Dengan Proses Persalinan

 

Seseorang yang sudah menjalani masa melahirkan seorang bayi maka akan mengetahui bagaimana seseorang tersebut dapat dan menggunakan sekuat tenaga untuk bisa mendorong dan mengeluarkan bayi yang berada di dalam rahim seorang ibu dan akan dilahirkan. Dewasa ini telah diketahui oleh para ahli yang berpendapat bahwa pengeluaran tenaga dengan kuat untuk melahirkan seorang bayi dan juga cedera yang terjadi pada organ intim dikatakan oleh para ahli bahwa dalam keadaan ini sama dengan cedera yang dialami oleh para atlit dalam bidang apapun.

Baru ini dikatakan oleh para ahli ilmuwan dari University of Michigan yang mengambil sampel untuk diamati sebanyak 60 orang ibu yang akan melakukan proses melahirkan, dan dari hasil mengatakan bahwa ibu hamil memiliki resiko cedera pada bagian otot pinggul selama melakukan proses persalinan dan para ahli tersebut menemukan bahwa cedera yang didapatkan oleh seorang ibu yang akan melahirkan diakibatkan karena proses penanganan yang tidak tepat pasca melahirkan seorang bayi.

Para ahli dengan bantuan alat scan MRI mendiagnosis cedera terkait dengan proses persalinan dan juga waktu yang dibuthkan untuk penyembuhan dari cedera tersebut, para ahli tersebut akhirnya menemukan bahwa cedera yang dialami seorang ibu yang akan melakukan persalinan berkaitan dengan pinggul sendi dan juga otot lebih banyak dan lebih besar dari apa yang diduga.

Dan berdasarkan hal ini para dokter bersepakat dan memberikan saran rekomendasi latihan kegel untuk para ibu yang menderita nyeri panggul setelah melakukan proses persalinan. Meskipun demikian dikatakan bahwa latihan yang direkomendasikan oleh para dokter tersebut tidak dapat menghilanggkan secara penuh nyeri yang diderita oleh seorang ibu yang selesai menjalani proses melahirkan bayi.

Meskipun resiko mendapatkan cedera ini cukuplah tinggi dan juga nampak sekali mengerikan, namun para wanita yang berada pada penelitian ini adalah para wanita yang memiliki masalah dan juga resiko cedera pada robekan otot pelvis. Lagipula resiko cedera lainnya termasuk juga didalamnya patah dapat dengan lancar sembuh dalam kurun waktu 8 bulan berikutnya.

 

Be Sociable, Share!