Berita Kesehatan – Prevalensi Penderita Hipertensi di Indonesia Mencapai 31,7 Persen

 

Di Indonesia tingginya prevalensi penderita hipertensi atau darah tinggi telah menjadi epidemi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar prevalensi hipertensi mencapai 31, 7 persen dari total penduduk dewasa. Hal ini berarti 1 dari 3 penduduk di Indonesia mengalami hipertensi. Hanya saja masih banyak dari mereka yang belum mengetahui karena belum terdiagnosis. Ada sekitar 76 persen kasus hipertensi yang terjadi di masyarakat belum terdiagnosis.

Menurut Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (Perhi), dr. Nani Hersunarti SpJP FIHA menyebutkan bahwasanya tingginya prevalensi hipertensi diduga sangat berkaitan erat dengan gaya hidup. Selain itu tingkat stres dan pola makan terutama konsumsi garam. Lebih lanjut dalam penuturannya, konsumsi garam masyarakat Indonesia masih relatif tinggi yaitu mencapai 15 gram sehari.

Menurutnya jumlah tersebut melebihi batas yang dianjurkan yaitu 6 gram atau sekitar 1 sendok teh tiap harinya. Faktor risiko lainnya adanya kebiasaan merokok yang terjadi pada masyarakat Indonesia. Nani menyebutkan ada sekitar 23, 7 persen penduduk usia 10 tahun ke atas setiap harinya merokok menghabiskan rata-rata 12 batang. Penyebab hipertensi lainnya disebutkan ada sekitar 48, 2 persen penduduk yang masih kurang dalam melakukan aktivitas fisik. Selain itu ada 93, 6 persen penduduk yang masih kurang makan buah dan sayur.

Sementara itu Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) menambahkan bahwasanya hipertensi yang tidak memperoleh pengobatan adekuat maka dapat menimbulkan komplikasi. Beragam komplikasi yang sering muncul akibat hipertensi diantaranya stroke, gangguan kardiovaskuler, retinopati, dan penyakit vaskuler. Selain itu juga bisa menyebabkan kerusakan ginjal bahkan hingga kematian. Berdasarkan data global mortality pada 2000 angka kematian yang disebabkan hipertensi mencapai 7 juta orang dari 55, 861 juta kematian yang ada.

Hipertensi juga disebutkan tidak hanya sekedar peningkatan tekanan darah namun ada hal lain yang perlu memperole perhatian. Misalnya saja faktor obesitas, metabolitis yang tidak normal, mengalami gangguan metabolisme insulin, gangguan pembekuan darah, perubahan fungsi ginjal dan lainnya. Itulah sebabnya harus dilakukan pencegahan dengan selalu menerapkan pola hidup sehat, berolahraga, perbanyak serat dan berhenti merokok.

 

Berita Kesehatan

Be Sociable, Share!