Berita Kesehatan Terkini – Mahalnya Perawatan Gagal Ginjal

 

Orang yang menderita penyakit ginjal biasanya tidak menyadarinya. Inilah masalah utama ginjal kronis. Hal ini disampaikan Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia, Dharmeziar. Menurutnya penyakit ginjal ditandai dengan memburuknya kinerja ginjal. Dimana kinerja ginjal memiliki laju filtrasi glomerolus. Lebih dari tiga bulan, laju glomerolus ginjal sebesar 60 ml/menit.

Lebih lanjut dalam penuturannya tidak ada gejala klinis yang bisa menunjukkan bahwa penderita tengah mengalami penyakit gagal ginjal yang sudah kronis. Hal inilah yang kemudian menjadi penyebab banyak pasien yang mengalami keterlambatan mengeatahui penyakit yang dideritanya. Biasanya sudah mencapai level empat dan lima. Dimana pasien harus menjalani cuci darah secara rutin bahkan disarankan hingga melakukan transplantasi ginjal.

Dan biaya yang diperlukan untuk sekali cuci darah bukan biaya yang sedikit. Cuci darah yang diperlukan pasien untuk bertahan hidup rata-rata memerlukan Rp 50 hingga 80 juta setiap tahunnya. Tentu biaya yang diperlukan sangat bergantung biaya yang ditetapkan rumah sakit yang bersangkutan. Jika cuci darah sudah dilakukan selama 20 tahun maka tinggal dihitung berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan cuci darah selama 20 tahun tersebut. Itu hanya untuk melakukan cuci darah belum jika terdapat pengobatan lainnya.

Bagaimana jika harus melakukan transplantasi ginjal? Biaya yang diperlukan menurut Dharmeziar bisa mencapai RP 150 juta- RP 250 juta. Belum lagi sesudah melakukan operasi tersebut nantinya pasien masih harus mengkonsumsi berbagai obat yang harganya tidak murah. Jika ginjal bekerja secara sempurna maka secara perlahan biaya konsumsi obat juga jauh lebih murah daripada melakukan cuci darah. Contoh kasus yang berhasil melakukan transplantasi ginjal adalah Dahlan Iskan.

Itulah sebabnya Dharmeziar menyarankan agar setiap orang mulai waspada dengan kondisi ginjal. Apalagi jika sudah semakin bertambah usia. Dan bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia lanjut, diabetes, hipertensi, dan perokok maka harus semakin waspada. Sebaiknya mengurangi faktor risiko dengan melakukan cek darah secara rutin dan melakukan pengecekan misalnya dengan tes celup urin. Pola hidup sehat juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan.

 

Berita Kesehatan Terkini

Be Sociable, Share!