Berita Kesehatan – Wabah Ebola Sekarang Semakin Memburuk

Seperti adanya wabah Ebola yang saat ini masih mengancam dan semakin memburuk lagi. Kabar yang terbaru menyebutkan berasal dari rilisan organisasi kesehatan dunia, WHO yang menyebutkan kalau mereka kembali kehilangan satu dokter pakar epidemic di Sierra Leone.

Sampai saat ini, Ebola yang saat ini sudah membunuh setidaknya ada sebanyak 1400 orang di empat negara Guyana, Liberia, Nigeria, dan Sierra Leone. Seperti dari Liberia yang menjadi negara pusat akan wabah yang mematikan ini dengan tingkat kematian sungguh sangat tinggi.

Data yang berasal dari Doctors Without Borders (DWB) yang sudah di kirimkan ke WHO sebutkan kalau pusat dari karantina Ebola berada di Liberia kini telah di padati oleh pasien.

“Adanya suatu kapasitas kami hanya sebanyak 120 tempat tidur dan itu selalu penuh tidak ada yang bersisa,” ujar dari Lindis Hurum, perwakilan DWB di Monrovia, ibukota Liberia.
Kurangnya suatu fasilitas medis yang berada di Liberia seperti yang di ungkapkan oleh Hurum, yang saat ini sudah sebabkan dari pihak medis tidak bisa memberikan perawatan tepat kepada para pasiennya yang sudah terjangkit virus.

“Maka karena itulah laju kematian akan terus meninggi lagi. Pasien kami yang sudah meninggal dunia di sebabkan dehidrasi sangat akut sekali,” ujar dari Hurum yang sudah di rilis juga berada di Huffington Post.

“Untuk ini bukan lagi bukan menjadi wabah Ebola. Ini menjadi suatu kondisi darurat kemanusiaan yang saat ini membutuhkan respon cepat dari dunia,”  sambung dari Hurum lagi.

Adapun dari korban tenaga medis yang terbaru yang sudah di renggut oleh penyakit Ebola adalah Dr. Sahr Rogers, seorang ahli epidemi. Dirinya yang sudah tertular, pada saat menangani kasus Ebola berada di rumah sakit di daerah Kenema, Sierra Leone.

Meninggal dunia sang dokter tersebut tentunya menjadi suatu pukulan berat dari Sierra Leone yang memang kekurangan dari tenaga medis saat ini. Ibrahim Ben Kargbo, yang menjadi Penasehat Presiden Sierra Leone yang sudah sebutkan perbandingan dokter dan pasien yang ada di negaranya adalah 2:100 ribu.

About The Author