Berita Konflik Terbaru – Akankah Irak Mempunyai Senjata Baru Untuk Usir ISIS

Berasal dari pasukan pemerintah Irak yang secara resmi telah memulai adanya operasi untuk bisa mengusir adanya kelompok ISIS yang berada di Provinsi Anbar.

“Adanya operasi akan bisa mengerahkan adanya milis dan tentara untuk bisa bergerak ke selatan berasal dari Provinsi Salahuddin dan setelah itu memotong adanya kekuatan dari para kelompok militan ISIS yang berada di Ramadi,” keterangan dari juru bicara kelompok milisi sukarelawan Syiah yang sudah di kenal dengan nama al-Hashd al-Shaabi, bernama Ahmed al-Assadi yang sudah di kabarkan berada di dalam BBC, Rabu (27/5/15).

“Dari oprasi yang tidak tersebut memang tidak berlangsung lama, dan dari senjata baru akan bisa di gunakan berada di dalam pertempuran akan bisa membuat musuh menjadi terkejut dengan itu semua,” terang dari Ahmed al-Assadi memberikan penjelasan.

Dengan menamai operasi tersebut dengan nama “Labayk ya Hussein”, nama ini memang mengacu dengan Imam Syiah yang telah mereka hormati.

Dengan secara terpisah, dari Assadi menyatakan kalau gabungan pasukan dan juga milisi akan bisa bergerak ke padang pasir yang berada di timur laut Ramadi, sebelum mengitarinya dan bersiap untuk bisa mengambil alih.

Berasal dari wawancara bersama dengan BBC, untuk hari Senin lalu (25/5/15), PM Irak yaitu Heider al-Abadi memberikan ketegasan kalau Ramadi akan bisa di rebut dalam beberapa hari saja. Dirinya yang juga membela kepada keputusan 1.500 orang militer yang di kabarkan telah mengungsi berada di kota tersebut, pada saat menghadapi adnaya serangan sekitaran 150 orang ISIS.

PM Abadi yang akan menjelasan bahwa dari para pasukan amat terganggu dari adanya taktik serangan yang sangat mengejutkan dari para kelompok ISIS, dan mreka tidak kehilangan suatu semangat untuk bisa bertempur.

“Saya merasa yakin, Carter telah diberikan adanya infromasi yang keliru,” terang dari PM Abadi memberikan keterangan lagi.

“Dimana dari mreka mempunyai suatu semangat untuk bisa berperang, akan tetapi pada saat menghadapi serangan gencar dari ISIS, dengan menggunakan truk dengan penuh bahan peledak, efeknya akan seperti bom nuklir mini, dan itu memberikan dampak amat sangat buruk untuk pasukan kami,” terangnya lagi.

About The Author