Berita Korupsi Baru – Dua PNS Bawahan Jokowi Tersangka Korupsi

Dari Tim Jaksa  Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung yang sudah menetapkan kepada dua tersangka dari pengadaan dari bus  Transjakarta dan juga dari bus terintegrasi Busway (BKTB) di Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bisa di ketahui kalau dari pengadaan tersebut yang sudah di lakukan di tahun 2013 yang besarnya adalah 1,3 Triliun. Ada dua tersangka yang menjadi anak buah dari Gubernur DKI Jakarta seperti Joko Widodo yang sering di sapa Jokowi di ketahui namanya adalah Drajat Adhiyaksa dan Setyo Suhu.

“Saat ini sudah ada 2 tersangka yang ditetapkan. Dari keduanya berasal dari PNS. Bernama Drajat Adhiyaksa dan Setyo Suhu,” ujar dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus R Widyo Pramono yang telah di temui berada di Kejagung, Jakarta, Jumat (28/3/2014).

Setia Untung Arimuladi, yang menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), seperti dari hasil penyelidikan yang sudah di lakukan, sudah di temukan adanya tindakan penyalahgunaan dalam kegiatan pengadaan seperti armada bus BKTB di ketahui dari nilai harganya adalah 1 Triliun dan juga dari pengadaan bus untuk peremajaan angkutan umum regular besarnya 500 miliar.

“Sudah di temukan adanya bukti permulaan yang sangat cukup untuk anggapan tindak pidana korupsi mark up dalam suatu kegaiatan Busway Transjakarta. Maka dari tim penyelidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI pada akhirnya bisa melanjutkan ke tingkat penyidikan dengan tetapkan kepada dua orang PNS itu,” ujar dari Setia Untung Armuladi.

Setia Untung memberikan penambahan lagi, dari kedua tersangka tersebut memang masih tercatat menjadi PNS di Dishub Provinsi DKI Jakarta selaku pejabat pembuat komitmen pengadaan bus peremajaan untuk angkutan umum.

“Sedangkan dari beberapa pelaku sudah diketahui kalau dari ST, PNS yang sudah menjadi ketua panitia pengadaan barang/jasa  bidang pekerjaan konstruksi 1 Dishub DKI,” ujar dari Untung lagi. Dan saat ini penyidik masih mencari lebih lanjut akan informasi yang ada.

About The Author

Reply