Berita Korupsi Terkini – Anas Merasa Tidak Adil Dengan Vonis Angie Sondakh

Dari mantan ketua Umum dari Partai Demokrat yang bernama Anas Urbaningrum telah memberikan suatu pengakun kalau dirinya memberikan suatu simpati dari penjatuhan hukuman kepada rekannya di Partai Demokrat. Karena Angelina Sondakh yang baru saja mendaptkan vonis hukuman yang sangat tinggi yang memang di anggap sangat berat oleh Anas.

Dari sang perempuan yang sudah sering di sapa dengan sebutan Angie tersebut merasa sangat depresi dengan adanya jatuhan dengan selama beberapa tahun lamanya, dengan jatuhan hukuman selama 12 tahun lamanya. Itu di tentukan oleh tim hakim untuk hari Jumat kemarin, 6 Desember 2013 bertempat di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dari saya yang memang harus bisa untuk terus terang merasa sangat simpati kepada dirinya. Angie merasa sangat depresi dirinya yang sudah menangis dengan sekuat tenaga dan sempat pingsan setelah menjalani pemeriksaan kemarin. Saya simpati karena memang dirinya adalah sahabat karib saya. Sungguh kasihan,” ujar dari Anas Urbaningrum yang sudah di sebutkan dalam beberapa saat di temui di acara peresmian rumah pergerakan yang ada di Denpasar, hari ini Sabtu 7 Desember 2013.

“Saya yang akan terus bisa memberikan banyak simpati sangat banyak dukungan kepada dirinya,” tegasnya menjelaskan lagi.

Anas sendiri mengaku sangat kaget dengan adanya pemberitaan tersebut, mengerti dari vonis yang sudah di jatuhkan kepada Angie terlalu sangat tinggi dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, yang seharusnya dirinya dapatkan 4 tahun penjara. Akan tetapi dengan jatuhan hukuman penjara selama 12 tahun tersebut terlalu, dan tidak masuk akal dari anggapannya.

“Saya sendiri merasa sangat kaget dengan adanya vonis tinggi itu, itu semua jauh dari perkiraan sebelumnya. Pantas saja kalau Angie menangis dan pingsan dengan mengerti dari jatuhan sang wasit tersebut,” ujar darinya lagi.

Sebelumnya Tipikor memberikan jatuhan sebanyak 4 tahun itu sudah adil, dan untuk yang satu ini dengan 12 tahun penjara sangat tidak adil.

About The Author

Reply