Berita Kriminal – 4 Anggota Polisi Terancam Penjara Karena Razia Ilegal

Kombes Djihartono, Kapolrestabes Semarang yang merasakan sangat emosi sekali dengan adanya beberapa ulah anggotanya yang sangat memalukan. Dimana ulah dari empat anggota Polsek Tembalang yang sudah melakukan adanya razia ilegal berada di Temanggung akhir akhir ini membuat sang Kombes Djihartono sangat geram sekali.

Berada di hari kemarin, Senin (23/3/15) pagi hari, pada saat menggelar adanya apel pagi berada di Polrestabes Semarang, dimana 4 anggota polisi tersebut telah di hadirkan dan bariskan berada di depan, juga di saksikan kepada seluruh peserta apel yang ada.

“Mereka semua sudah saya apelkan bersama, harapan juga menjadi suatu pelajaran kepada beberapa anggota yang lainnya,” terang dari Kombes Djihartono, kepada wartawan untuk hari kemarin, Senin (23/3/15).

Berdasarkan dari empat anggota kepolisian tersebut sampai saat ini masih menjalani adanya suatu proses pemeriksaan berada di Seksi Propam Polrestabes Semarang. Dimana empat anggota polisi tersebut telah bersalah melanggar adanya disiplin Polri.

“Masih belum kode etik yang di langgar, akan tetapi disiplin polri yang mereka langgar,” terang darinya lagi.

Walaupun ini sudah masuk berada di dalam kategori pelanggaran adanya disiplin polri, akan tetapi dari empat anggota polri yang melanggar sanksi akan dipertegas lagi.

“Mereka bisa di pastikan akan mendapatkan penjara selama 21 hari dan juga penundaan kenaikan pangkat selama dua periode,” terang dari Kombes Djihartono menegaskan kepada semua peserta apel di sana.

Cerita yang ada, dari empat anggota polri yang di antaranya adalah 3 orang berasal dari Unit Lantas dan satu orang yang berasal dari Unit Sabhara Polsek Tambalang tertangkap tangan dari anggota seksi Propam Polres Temanggung pada saat melakukan adanya razia berada di daerah Temanggung pada hari Sabtu (21/3/15).

Dari empat oknum polisi tersebut langsung di amankan oleh Polres Temanggung kemudian langsung di serahkan ke Propam Polrestabe Semarang, untuk bisa di tindak lanjuti akan kegiatan ilegalnya tersebut di Temanggung.

About The Author