Berita Kriminal Baru – Caleg Ditahan Karena Mempunyai Senpi

 

Dengan menggunakan adanya senjata api, sang calon anggota legislative yang berada Kabupaten Oku, di mana akan mencalon menjadi legislative DPRD Kabupaten Oku,Sumsel. Dengan identitasnya ternyata dirinya berasal dari Partai Keadilan Sejahtera, bernama Ari Tabing SP (35 tahun), telah di ringkus oleh anggota polisi.

Warga Desa Maluai Indah, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Oku Timur tersebut setelah di tangkap anggota dari Polsek Semendawai Suku III. Penangkapan tersebut sudah di lakukan  untuk hari Rabu kemarin tepat di sekitaran pukul 22.00, (12/3/14).

Penangkatan dari caleg PKS tersebut sudah di benarkan oleh Kapolsek Semendawai Suku III IPDA Johnson, untuk hari Kamis ini,(13/3/14). Seperti di saat itu ungkapan dari Johnson, pihaknya yang sedang menggelar adanya suatu razia berada di ruas jalan di Desa Bungin Jaya.

Disaat di tangkap oleh anggota kepolisian, Ari Tabing yang memang sudah di boncengkan oleh sang rekannya yang bernama Mursalin dengan menggunakan sepeda motor berjenis Honda MegaPro tanpa menggunakan plat nomor. Seperti dari adanya petugas yang sedang bertugas di saat itu langsung untuk hentikan mereka.

Maka dari itu tidak dapat menunjukkan adanya surat-surat kendaraan, keduanya yang langsung untuk di periksakan dari petugas yang ada. Seperti dari adanya suatu pemeriksaan tersebut ternyata Ari Tabing menggunakan atau membawa senjata api rakitan berjenis FN, seperti dari satu butir adanya peluru dan menggunakan kunci T. Keduanya yang juga langsung untuk digiring menuju ke Polsek Semendawai Suku III.

“MEmang benar dari kami yang sudah mengamankan dan menangkap salah satu calon dari anggota legislative yang sudah terbukti untuk membawa dan menyimpan adanya senjata api yang berjenis FN bersama dengan satu butir peluru amunisi yang bisa di gunakan dengan senjata api FN tersebut,” ujar dari Jonson.

Ari Tabing yang sudah di ketahui baru saja untuk pulang adanya sosialisasi akan adanya pencalonan yang ada di rumah-rumah warga.

Dengan yang di lakukannya tersebut, Ari langsung di jatuhkan menjadi tersangka dan dijerat pasal 1 dan 2 Undang-Undang Darurat nomor 22 tahun 1951 tentang senjata api dan senjata tajam dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Be Sociable, Share!