Berita Kriminal Baru – Seharusnya Florence Tidak Dipenjara

Ismail Cawidu, yang menjadi Kepala Pusat Informasi dan Humas yang berasal dari Kementrian Komunikasi dan Informatika memberikan suatu penilaian penahanan atas nama Florence Sihombing dengan masalah penghinaan kepada Kota Yogyakarta melalui media social memang sangat buruk dan tidak tepat. Dari anggapannya, masalah penghinaan tersebut yang seharusnya bisa di selesaikan dengan cara kekeluargaan.

Ismael memberikan ungkapan kelompok yang sudah mengatasnamakan warga Yogyakarta, yang di mana sudah melaporkan tindakan dari Flo tersebut kepada polisi yang masih belum mewakili dari semua masyarakat yang ada di sana.

“Dirinya (Florence Sihombing) yang sudah cukup mendapatkan sanksi social yang saat ini telah di terimanya lebihnya lagi dirinya saat ini sudah minta maaf. Bahkan sebagian dari masyarakat Jogja yang sudah memberikan maaf kepadanya. Jsutru yanhg menyebarkan kebencian tersebut yang harus bisa di perhatikan lagi,” ujarnya memberikan keterangan kepada media, untuk hari ini Senin, (1/9/14).

Ismail yang tidak menilik apa yang sudah di lakukan oleh Flo hingga pada akhirnya telah berujung emosi yang ada di jejaring social, Path.

“Tidak boleh untuk melakukan maki-maki di media, itu sudah menjadi konsumsi public,” ujar dari Ismail.

Dirinya melihat bahwa penahanan dari Flo menjadi tindak lanjut dari polisi untuk memberikan respon reaksi masyarakat dengan menggunakan Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 27 dan 28. Akan tetapi menurut dari Ismael, pasal tersebut yang di satukan dengan pasal yang berkaitan tentang masalah pencemaran, jadi hukumannya akan lebih rendah lagi dari saat ini.

“Bahkan untuk saat ini, ada kasus yang sama akan tetapi tidak di tahan,” ujar dari dirinya.

Ismail telah menambahkan kalau UUITE yang sudah menjerat Flo tersebut masih berikan banyak makna yang lain, maka dari itu seharusnya bisa di ubah lebih detil bagi yang menggunakan.

“Saya mempunyai saran kalau pada pasal 27 ayat 3 tersebut lebih di rinci lagi. Bukan untuk multi tafsir,” terangnya.

About The Author