Berita Kriminal – Hukuman Kebiri Kimia Menurut Para Ahli

Bisa di ketahui untuk beberapa minggu terakhir ini pemberitaan yang berada di dalam media massa di penuhi adanya kabar tentang kejahatan seksual kepada anak-anak. Dimana yang sangat mengerikan sekali, dari peristiwa itu juga sudah membuat  korbannya telah meninggal dunia. Kini dari pamerintah yang sudah menetapkan hukumannya terberat untuk para pelakunya, yakni ini seperti pidana mati di tambah dengan pengumuman identitas pelaku, akan di kebiri kimiawi dan juga pemasangan alat pendeteksi elektronik. Selama ini dari para pelaku kejahatan seksual sudah di nilai tidak pernah mendapatkan hukuman yang sangat berat.

Baru saja dari presiden Joko Widodo telah menegaskan, terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undangan atau Perppu dengan nomor 1 Tahun 2016 yang membahas tentang Perlindungan Anak yang sudah di tekan karena angka kejahatan seksual saat ini sudah mengganggu rasa nyaman, keamanan dan ketertiban berada di masyarakat. Walaupun demikian dengan mengebiri akan membuat perdebatan karena sebenarnya belum terbukti kalau hukuman yang pertama kali di gunakan pada tahun 1940 an ini bisa membuat pemangsa kejahatan seksual itu merasa jera. Ada beberapa negara yang sudah menerapkan suntik ini pun masih belum bisa di simpulkan apakah cara ini bisa lebih efektif dari terjadinya kejahatan seksual.

Keterangan dari ahli kriminologi, yang bernama Frances Crook yang sudah menyebutkan kalah para pelaku kejahatan seksual tidak hanya di dorong dari nafsu seksual, akan tetapi juga kekerasan.

“Untuk pemberian obat obat kimia ini dalam di kebiri kemungkinan tidak ada pengaruh kepada para pelaku tersebut. Sebagian pria yang kemungkinan bisa melakukan dengan cara berbeda bahkan kalau sudah di kebiri,” terangnya yang sudah disebutkan kepada laman media The Guardian.

Seperti keterangan dari Prof Wimpie Pangkahila, dirinya adalah dokter spesialis andrologi, menyebutkan kalau pemberian obat satu kali tidak bisa membuat mereka kehilangan hasrat nafsunya dan para pelaku yang  masih bisa berhasrat dengan cara yang lainnya.

About The Author