Berita Kriminal – Jenderal Sutarman Menyerahkan Dua Polisi Tertangkap Di Malaysia

Kapolri Jenderal Sutarman mengungkapkan sudah menyerahkan dua perwira polisi seperti AKBP Idha Endri Prastiono dan Bripka Harahap ke proses hukum sepenuhnya. Mereka berdua yang sudah tertangkap terkait dengan dugaan kejahatan narkotia berada di Kuching Malaysia. Lebihnya lagi dari Sutarman sudah serahkan mereka kalau penegak hukum bisa mengganjar hukuman maksimal kepada kedua anggotanya tersebut.

“Jika memang sudah terbukti bersalah akan tetapi dari barangna tidak ada di tangannya. Malaysia itu kalau memang barangnya di temukan di tangannya, hukumannya akan sangat berat, sampai-sampai mereka akan mendapatkan hukuman mati. Akan tetapi barangnya tidak disitu saja,”  tegas dari dirinya yang sudah disebutkan kepada para wartawan untuk hari kemarin, Senin (1/9/14).

Dirinya juga sudah mengatakan jika dari barang bukti tidak ada di situ, dirinya menduga pasti akan ada barang bukti yang lain di mana bisa mengaitkan dua polisi tersebut dengan barang yang ditangkap berada di Kuala Lumpur.

Sutarman memberikan tambahan, jika memang dari keduanya telah terbukti bersalah, mereka harus bisa mendapatkan hukuman yang sangat berat sekali. Sebab dari keduanya adalah penegak hukum yang seharusnya menjadi contoh masyarakat.

“Kalau memang betul-betul itu salah, kita akan bisa menghormati hukum yang ada di Malaysia dan bisa di hukum seberat-beratnya. Karena itu menjadi suatu aparatur penegak hukum, hukumannya harus bisa lebih dari yang lainnya,” ujarnya menambahkan.

Walaupun dari keduanya sudah di duga sangat kuat terlibat adanya kejahatan berat, akan tetapi Polri tidak akan lepas tangan. Intuisi penegak hukum tersebut, seperti yang sudah di katakan oleh Sutarman memberikan bantuan hukum. Polisi akan mengirimkan tim advokat ke negeri Jiran.

“Menjadi warga negara dirinya mempunyai suatu hak untuk bantuan tersebut, tentunya kami mengirimkan bantuan tersebut untuk bisa menilai betul. Jangan sampai kalau tidak ada salah dilakukan tindakan keliru, kalau memang salah kita juga harus bisa menghormati hukum yang berlaku di sana,” ujar dari mantan Kabareskrim itu.

About The Author