Berita Kriminal Nasional – Aksi Kanibal Dari Budi Santoso

Pastinya anda masih ingat dengan seorang kanibal yang berasal dari Purbalingga, yaitu Sumanto. Ini ada rekannya yang berasal dari Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang juga sama sama kanibalnya dengan Sumanto.

Untuk orang yang satu ini memang lebih sadis lagi caranya. Pria kanibal tersebut yang bernama Budi Santoso, sang pelaku jagal manusia. Dirinya yang sudah menjagal dari dua karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di PT Bisma Dharma Kencana, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Akan tetapi dirinya bukan hanya menghabisi sang korbanya dengan cara brutal, Budi Santoso yang ternyata juga menebas kepala dari Mukada, sampai terpisah dari badannya. Akan tetapi bukan hanya itu saja sadis yang sudah dia lakukan.

Dirinya yang sudah membelah dada korban dan langsung memotong hati dari Sutono korban yang satunya dan langsung memakan hati yang telah di potong itu.

Melansir dari harian setempat, untuk hari rabu lusa kemarin, adanya suatu berita di kabarkan kalau alasan Budi Santoso itu adalah sakit hati karena dirinya telah di keluarkan dari pekerjaan karena dua orang tersebut.

Dua karyawan yang sudah menjadi korban dari sadisnya Budi Santoso tersebut adalah satpam dan seorang mandor, sebelumnya sudah sempat terlibat adanya perkelahian dengan Budi. Akan tetapi dari sang pelaku menggunakan dodos atau alat untuk memetik sawit, satpam dan mandor langsung di tebas berada di tempat pekerjaan tersebut.

Sebelum terjadinya peristiwa yang sangat nahas tersebut, pelaku yang sudah sempat mencegat dari bus sekolah yang selalu menjemput anak-anak karyawan sekitara siang hari. Pelaku tersebut telah mengamuk dan membuat para anak anak sekolah menjadi panic.

Berada di dalam kepanikan tersebut, mandor dan satpam sudah sempat untuk menghadang dari Budi Santoso. Akan tetapi dari tindakan tersebut membuat sang pelaku semakin emosi tinggi.

PAda akhirnya dodos yang di bawa Budi itu langsung di sabetkan kepada mandor dan juga satpam dari perusahaan tersebut.

About The Author