Berita Kriminal Nasional – DPRD Ternate Diketahui Mabuk Saat Rapat

Perbuatan yang tidak bisa di katakan terpuji jika memang dirinya menjadi wakil rakyat. Bagaimana tidak seorang pejabat pemerintahan yang di ketahui berasal dari pemerintahan Ternate sungguh sangat memalukan sekali. Pejabat tersebut menjadi anggota dari DPRD Ternate, Maluku Utara. Bernama Sehan Albaar yang sudah di ketahui kalau dirinya menghadiri rapat dalam keadaan mabuk dalam rapat paripurna.

Hal ini yang sudah di akui dirinya sendiri di saat melakoni dari sidang kode etik. Di mana dirinya menghadiri dari adanya rapat paripurna tersebut sambil menegak minuman keras yang ada. Hal tersebut di ceritakannya kepada Mubin A. Wahid, dirinya menjadi Ketua Badan Kehormatan atau BK DPRD Kota Ternate.

“Seperti dari kasus tersebut adalah suatu kasus pelanggarana dari kode etik yang sudah di lakukan oleh Sehan Albaar yang sampai saat ini tengah di periksa. Sehan Albaar yang langsung memberikan pengakuan kalau memang dirinya dalam keadaan yang  sedang mabuk dan itu adalah perbuatam sudah melanggar dari kode etik dalam suatu proses sidang yang berjalan yang disumpahkan dengan Al-Quran tersebut,” ujar dari Mubin al Wahid kepada para wartawan yang melansirnya.

Mubin A Wahid yang menyebutkan jika dari Sehan telah akui dari perbuatanya tersebut di saat sidang Badan Kehormatan yang sudah di hadiri sebanyak 8 saksis yang di ataranya ada 4 anggota yang juga mengikuti dari sidang tersebut. Selain dari itu, masih ada 3 orang saksi yang berasal dari bagian sekretaris atau dari staf DPRD Kota Ternate dan bersama dengan para saksi yang berasal dari awak media.

Dalam sidan nantinya akan di lakukan beberapa macam pemeriksaan kepada orang wartawan dan salah satu staf dari DPRD Kota Ternate untuk berikan semacan apa yang sudah mereka ketahui dari kasus itu.

Tentunya dari kejadian tersebut sangat mencoreng dari nama baik DPRD Kota Ternate. Karena tindakan yang sudah di lakukan oleh Sehan tersebut sangat memalukan dan tidak bisa di terimakan banyak masyarakat.

About The Author

Reply