Berita Kriminal – Status Sopir Unimog Kini Menjadi Tersangka

Seperti dari Komisaris Besar Rikwanto yang  sudah menjadi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya memberikan ungkapan kalau  penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum  Polda Metro Jaa yang sudah menaikkan dari status sopir Unimog ang sudah  ikut melakukan berunjuk rasa berada di patung Kuda. Sebelumnya status dari Asir Tandirerung tersebut adalah saksi.

“Dia adalah seorang sopir  yang  sudah mengendarai dari unimog kini sudah di tetapkan untuk menjadi tersangkan dalam pengrusakan yang telah terjadi,” ujar dari Kombes Rikwanto yang di sebutkan kepada wartawan untuk hari ini, sabtu (23/8/14).

Rikwanto  menjelaskan  lagi, terkait dengan kasus perusakan tersebut maka dirinya yang mendapatkan pasal 406 ayat 1.

Dari pasal tersebut  yang sudah menjelaskan bahwa barang siapa yang dengan sengaja dan  telah melanggar hukum menghancurkan, merusak , membikin tak dapat dipakai, atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya, atau sebagian milik orang lain, maka orang tersebut akan bisa di ancaman dengan pidana penjara paling lama adalah dua tahun depalan bulan, atau  pidana denda paling banyaak adalah empat ribu lima ratus rupiah.

“Jadi dia kini sudah di pulangkan, akan tetapi tidak di tahan,”ujar dari Kombes Rikwanto.

Walaupun  seperti ini, perwira yang menengah tersebut masih enggan untuk membeberkan setelah memutuskan kalau Asri tidak jadi untuk di tahan.

Bisa di mengerti pada pukul 17.00 WIB, untuik di hair Jumat (22/8//14) ada tiga orang yang sebelumnya sudah berhasil untuk di amankan dan di periksa mereka adalah Roesli MS, (44), Ahmad Sobari (31), dan M. Duha (45). Dimana dari ketiga orang tersebut saat ini sudah  di pulangkan.

Sementara lebih dari itu, Asri yang masih menjalani adanya pemeriksaan sampai dari penyidik telah memutuskan pria yang di ketahui berasal dari Sidoarjo tersebut menjadi tersangka. Tiga orang yang sudah di sebutkan tadi saat ini sudah bebas dari jeratan hukum.

“Alasanya sangat tegas mengapa mereka saat ini sudah  di bebaskan dari jeratan huku, karena dari bukti yang masih belum kuat saat ini,” ujar dari Rikwanto.

About The Author