Berita Liga Primer – Curhat Falcao Saat Mengenakan Kostum Manchester United

Penyerang kawakan Chelsea yakni Radamel Falcao bermain tak impresif sewaktu memperkuat Manchester United. Pemain internasional Kolombia ini menyampaikan dengan tak banyak mendapatkan waktu untuk bermain guna membuktikan kemampuan yang dimilikinya.

Falcao sendiri dipinjam oleh Manchester United dari tim raksasa Prancis, AS Monaco pada musim panas tahun 2014 lalu dengan pilihan bisa dipermanenkan statusnya. Pemain kelahiran Santa Marta ini memperoleh upah sekitar 265 ribu poundsterling.

Namun dengan performa yang ditunjukkan oleh mantan bintang Atletico Madrid ini diketahui justru jauh dari harapan. Terbukti pemain ini cuma dimainkan pada 26 laga di kompetisi tertinggi di Inggris. Kontribusi dari pemain berusia 30 tahun ini bisa dikatakan sangat kurang lantaran cuma sanggup mengoleksi empat gol saja.

Musim selanjutnya, Falcao sendiri direkrut Chelsea namun tetap menyandang status sebagai pemain yang dipinjam. Berbarengan tim asal London Barat ini, pemain yang memiliki tinggi 177 cm ini juga tak sering meraih satu tempat di skuat utama. Terbukti, pemain ini baru mengemas sekitar 9 pertandingan dengan menyumbang sebiji gol.

Capaian itu sudah pasti sangat jauh ketimbang dirinya masih mengenakan kostum FC Porto serta Atletico Madrid. Dengan mendapat julukan ‘El Tigre’ serta raja di ajang Liga Europa itu diketahui lantaran dengan produktivitasnya membuat gol dipastikan tidak nampak.

“Sangat rumit sewaktu bermain di Manchester United. Tiap orang menyaksikan kondisi itu dengan memunculkan banyak sekali penilaian tendensius ketika saya mulai bermain maupun saat saya tak dimainkan.” papar Falcao yang dikutip oleh Daily Mail.

“Mungkin pada hari ini dimainkan sekitar satu jam, lalu 45 menit sampai 20 menit. Kondisi ini sangat berpengaruh hingga sering Anda tak akan mengerti di mana Anda. Terlebih sepakbola merupakan apa yang disampaikan oleh pelatih.”

“Jelas ini merupakan situasi yang tak mudah. Saya seharusnya bisa bermain secara kontinyu. Sesudah melakoni operasi lutut kemudian saya bergabung ke Manchester United, yang mengawali sebuah proses anyar sesudah hamper 25 tahun terus bersama dengan pelatih yang tak berganti, dengan seluruh pemain anyar serta saya tidak memiliki peluang seperti yang saya inginkan.”

About The Author