Berita Luar Negeri – Ahmadinejad : Sesungguhnya Islam tidak Menyukai Kekerasan

Mahmoud Ahmadinejad selaku presiden Iran menghimbau kepada seluruh penduduk muslim di dunia ini supaya melakukan usaha-usaha untuk lebih mengetahui Islam secara mendalam. Presiden Iran itu mengatakan bahwa Islam yang sesungguhnya adalah Islam yang tidak menginginkan adanya kekerasan, tekanan, dan tirani

Pemahaman mengenai ajaran-ajaran Islam yang mendalam dilakukan supaya tidak adanya lagi perpecahan serta perbedaan di antara sesama muslim di dunia. “Hanya Islam yang sebenarnya yang bisa mendatangkan keadilan dan pembangunan global, “seru Ahmadinejad yang dikutip dari Press TV (1/5/2013

Dalam seruannya itu Ahmadinejad juga menambahkan jika dirinya mengutuk aksi-aksi yang menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi. Yaitu serangan bom dan serangan terorisme yang terjadi di beberapa negara muslim dunia. Diantaranya, negara Irak, Pakistan serat Afganistan.

Orang no 1 di negara Iran tersebut menegaskan pula jika negara-negara adidaya yang mempunyai kekuasaan besar serta pengaruh yang besar bagi negara-negara lain di dunia. Mereka telah menyerukan perang guna mengambil dan mengusai sumber-sumber alam di negara muslim.

Lebih dari 60 tahun negara Palestina yang diduduki oleh para Zionis Israel selama nini juga menjadi topik Ahmedinejad dalam pidatonya. Ahmedinejad mengutarakan isi pikirannya jika para zionis itu adalah “penjagal paling biadab sepanjang sejarah yang dengan mudah mempermalukan, menangkap dan membunuh rakyat Palestina”.
Ahmadinejad mengimbuhkan dalam pidatonya, “rezim Israel tidak menginginkan adanya perdamaian di Timur Tengah”. Namun Ahmadinejad menginginkan era penjajahan zionis yang terjadi selama ini bisa secepatnya diakhiri supaya tidak adanya lagi kaum muslim yang ditindas.

Ayatollah Seyyed Ali Khamenei selaku pimpinan pidato menjadi pembuka dalam konferensi internasional yang diselenggarakan selama dua hari di Iran.acara itu telah diikuti oleh 700 ulama serta para akademisi dari berbagai negara-negara muslim maupun non-muslim.

 

 

About The Author

Reply