Berita Media Indonesia – Ganti Rugi Lapindo Diprediksi Selesai Tahun Ini

Pemerintah mengeluarkan dana ganti rugi kepada para korban semburan lumpur Lapindo sebesar Rp 2,1 triliun. Dana ini diberikan kepada para korban yang berada di luar peta yang terkena dampaknya. Ganti rugi tersebut akan dibayarkan kepada para korban. Pembayaran dilakukan paling lambat pada akhir 2013. Hal ini disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto. Dalam penuturannya dana tersebut saat ini sudah bisa dibayarkan kecuali bagi para korban yang masih bermasalah misalnya tidak memiliki sertifikat tanah, atau terjadi sengketa warisan.

Dalam penuturannya usai melakukan pertemuan dengan Kementerian Pehubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Direktur Utama PT Minarak Lapindo Jaya, Djoko menguraikan bahwasanya pemerintah hanya bisa memberikan fasilitas penganggulangan lumpur Lapindo dan memberikan jaminan pembayaran hanya untuk warga yang berada di luar area yang terkena dampak. Hal ini dilakukan sesuai Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2007.

Sedangkan ganti rugi untuk para korban semburan lumpur yang masuk peta terkna dampak maka hal itu menjadi tanggung jawab Lapindo. Menurut Djoko, Lapindo mengatakan mulai akhir Maret ganti rugi bisa dibayarkan. Sehingga akhir Mei bisa diselesaikan.

Dalam penjelasan Djoko, apabila seluruh rencana tersebut lancar maka seluruh pembayaran ganti rugi korban Lapindo baik korban di dalam peta maupun luar peta dampak semburan lumpur Lapindo bisa diselesaikan pada akhir tahun ini.

Sementara itu Direktur Utama PT. Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusalla mengakui pembayaran ganti rugi selama dua bulan sempat tertunda. Hal ini dikarenakan perusahaan tengah mengalami kesulitan memperoleh dana segar. Ia berjanji akan membayar ganti rugi mulai minggu keempat bulan ini (Maret 2013).

Perusahaan yang terafiliasi dengan Aburizal Bakrie ini masih memiliki kewajiban membayar ganti rugi kepada warga yang berada di area dampak semburan sebanyak 3.348 berkas senilai Rp 786 miliar. Hingga saat ini kewajiban yang dibayarkan sebanyak 9.000 berkas dari sekitar 13 ribu berkas. Sebelumnya Presiden SBY sempat menyinggung agar Lapindo segera menyelesaikan tanggungannya kepada para korban semburan lumpur Lapindo.

 

 

Berita Media Indonesia

About The Author

Reply