Berita Nasional Baru – Marty Natalegawa Jawab Masalah Sindiran Menlu AS

 

Menlu, menteri Luar Negeri Indonesia seperti Marty Natalegawa yang sudah merasa sangat enggan untuk akui merasa enggan untuk bisa menanggapi masalah dari laporan tahunan yang sudah di keluarkan dari Departemen Luar Negeri Amerika Serikat untuk tahun 2013 pada hari Kamis yang kemarin.

Dirinya yang sudah mengatkan kalau laporan tersebut  merupakan dari laporan rutin yang bisa di publikasikan dan tidak perlu di tanggapi secara berlebihan.

Demikian yang sudah di ungkapkan oleh Marty di Gedung Kementrian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Terlepas dari adanya laporan tersebut, itu yang memang menjadi setiap kalinya dengan Menlu John Kerry, tidak ada pembahasan soal masalah – masalah yang akan bisa di rujuk dalam laporan.

Bahkan dari dirinya pada saat berkunjung ke Jakarta pada pertengahan di Februari pun ujar dari Marty akan menjadi suatu masalah-masalah yang masih belum di bahas.

“Malah dari Menlu AS yang memberikan apresiasi RI menjadi negara yang sudah berdemokrasi. Seperti dari kenyataan yang ada antar dari Indoensia dengan Amerika Serikat yang akan tetap menjadikan isu dari hak asasi manusia menjadi salah satu pilar utama dari kedua negara itu,” ujar dari Menlu Martu kepada wartawan yang sudah melansir dirinya.

Seperti dalam suatu laporan yang sudah di muat dalam laman resmi Deplu AS, pada paragraf awal, Wahington memberikan penilaian yang sangat positif atas dari RI yang menjadi negara yang memberikan junjungan tinggi demokrasi ndari multipartai.

Akan tetapi, Deplu AS yang turut memberikan beberapa kritikan atas dari kondisi HAM di RI. “Memang ada beberapa contoh yang di mana dari beberapa elemen-elemen pasukan keamanan yang bisa terlibat dalam pelanggaran HAM itu,” lanjut dari Deplu AS.

RI yang sudah di nilai oleh AS masih gagal untuk menerapkan investigasi yang transparan dan adanya kredibel atas beberapa kasus akan pembunuhan yang sudah menerlibatkan adanya aparat keamanan.

Untuk salah satu contoh yang mereka rujuk adalah adanya pernyerbuan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan yang ada di Yogyakarta dari beberapa oknum prajurit Kopassus dan pada sat aparta Densus 88 yang sudah menembak mati kepada para teroris dan menahan dua yang lainya di Tulungagung, Jawa Timur.

Be Sociable, Share!