Berita Nasional Baru – Pengeroyokan 9 Perwira Pada Dokter TNI AU

 

Diberitakan sejumlah 9 orang yang tercatat sebagai Perwira TNI AU telah mengeroyok seorang dokter. Sedangkan sang dokter sendiri yang berpangkat kapten tersebut saat ini telah dirawat oleh rumah sakit AU Dr S Hardjolukito Yogyakarta. Selain dari halnya luka luar, disebutkan pula bahwa ia juga mengalami luka dalam pada bagian liver serta ginjal.

Dokter Arief ini tercatat berdinas untuk Skuadron Pendidikan 102 Komando Pendidikan TNI AU Pangkalan Adisucipto, wilayah Yogyakarta. Insiden yang terjadi antar aparat militer ini dipicu dari pemeriksaan kesehatan. “Terjadi salah paham sehubungan dengan itu (kegiatan pemeriksaan kesehatan),” terang Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Landasan Udara Adisucipto, yaitu Mayor Hamdy Londong Allo ketika coba dikonfirmasi oleh para wartawan, hari Kamis (27/3/2014).

Dari informasi yang banyak beredar, yang menjadi penyebab insiden ini pada awalnya Letnan D terpicu rasa emosinya sebab didiagnosa mempunyai masalah jantung. Kemudian dokter Arief memberikan saran pada Letnan D agar memeriksakan diri di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta sebab di sana, mempunyai peralatan yang lebih lengkap. Mulanya, Letnan D setuju serta akan didampingi oleh dokter Arief. Namun mereka tak berjumpa di Jakarta sebab kebetulan keduanya memiliki jadwal tugas yang berbeda. Keduanya lalu pulang ke Yogyakarta lalu bertugas seperti biasanya, hari Rabu (12/3). Kemudian di kantin, ia pun didatangi oleh Letnan D beserta dengan 8 orang perwira lantas langsung saja dirinya dikeroyok.

“Infonya (dr Arief) mulai berangsur membaik. Dari atasan juga sudah datang menjenguk,” ujanya. Mayor Londong juga sempat menambahkan bahwa kasus ini sudah diproses. Lebih jauh lagi, ia tak dapat menjelaskan lebih mendetail sebab saat sampai ini, prosesnya sendiri tengah berlangsung. “(Pelaku) Telah diproses, juga telah diperiksa,” kata Mayor Londong. Berdasarkan dari informasi yang berhasil dihimpun, dr Arief yang terpaksa dirawat di RS ini mengalami luka parah usai kejadian pengeroyokan yang terjadi di kantin. Kesembilan orang perwira pelaku aksi tidak jantan ini berpangkat sebagai letnan sampai mayor.

Be Sociable, Share!